PAN Bantul Perkuat Struktur, Bidik Suara Pemilu 2029

2 hours ago 1

PAN Bantul Perkuat Struktur, Bidik Suara Pemilu 2029 Suasana musyawarah cabang yang digelar PAN Bantul, Minggu (26 - 4). Kiki Luqman

Harianjogja.com, BANTUL—Partai Amanat Nasional (PAN) Bantul mulai mengintensifkan konsolidasi organisasi sebagai strategi memperkuat basis politik menghadapi Pemilu 2029. Pembenahan ini tidak hanya fokus pada struktur internal, tetapi juga memperluas jaringan hingga tingkat akar rumput.

Langkah tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan musyawarah cabang yang menjadi bagian dari proses pembentukan kepengurusan tingkat kapanewon secara serentak di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh pengurus wilayah sebagai bagian dari penataan organisasi secara menyeluruh.

Ketua PAN Bantul, Herry Fahamsyah, menjelaskan bahwa dalam struktur partai, penyebutan tingkatan mengikuti pola organisasi Muhammadiyah, yakni kecamatan sebagai cabang, desa sebagai ranting, kabupaten sebagai daerah, dan provinsi sebagai wilayah.

“Setiap partai punya penyebutan berbeda. Di PAN, kita mengikuti pola Muhammadiyah. Tingkat kecamatan disebut cabang, desa itu ranting, kabupaten daerah, dan provinsi wilayah,” ujarnya, Minggu (26/4).

Ia menuturkan, musyawarah cabang yang digelar menjadi tahap finalisasi setelah proses pramusyawarah dilakukan sebelumnya. Dalam tahapan tersebut, nama-nama calon pengurus dijaring dari masing-masing wilayah untuk kemudian diajukan ke tingkat wilayah dan disahkan secara resmi.

“Hari ini dibacakan sekaligus disahkan. Jadi kepengurusan di tingkat kecamatan sudah resmi,” katanya.

Sebanyak 17 kapanewon di Bantul kini telah memiliki struktur kepengurusan baru. Setiap cabang diisi sekitar 10 orang untuk menjaga efektivitas koordinasi dan kinerja organisasi. Komposisi ini dinilai ideal untuk mempercepat gerak partai di tingkat lokal.

“Setiap kecamatan kita minta 10 orang. Itu supaya lebih efektif dalam bergerak,” jelasnya.

Setelah pembentukan di tingkat cabang, PAN Bantul akan melanjutkan konsolidasi ke tingkat ranting atau desa. Sekitar 75 kalurahan menjadi target pembentukan kepengurusan dengan pola serupa, yakni masing-masing diisi sekitar 10 orang.

Dalam penyusunan struktur baru, PAN Bantul mengombinasikan kader lama dan wajah baru. Sekitar 40 persen pengurus berasal dari kalangan baru, termasuk pemuda, pengusaha, dan tokoh masyarakat.

“Ada yang dari pemuda, pengusaha, tokoh masyarakat. Sekitar 40 persen wajah baru,” ungkapnya.

Meski demikian, keberadaan kader lama tetap dipertahankan sebagai bagian dari kesinambungan organisasi. Evaluasi terhadap kepengurusan sebelumnya menjadi dasar dalam menentukan komposisi baru agar lebih adaptif dan solid.

“Yang baik kita lanjutkan, yang kurang kita sesuaikan. Jadi ini kombinasi,” katanya.

Pendekatan tersebut juga dilakukan untuk menjaga stabilitas internal partai dengan mengakomodasi berbagai kepentingan, sehingga potensi konflik dapat diminimalkan.

“Kita ingin semuanya berjalan pelan tapi pasti. Yang penting solid,” ujarnya.

Selain merangkul kader internal, PAN Bantul juga membuka ruang bagi tokoh dari luar partai, termasuk figur yang sebelumnya berasal dari partai lain, untuk bergabung dalam struktur baru sebagai bagian dari perluasan basis dukungan.

“Kita ingin merangkul semuanya, termasuk yang dulu sempat berbeda haluan,” katanya.

Di sisi lain, kader senior tetap diberi ruang strategis. Salah satu contohnya adalah Soekampi di Bambanglipuro yang masih dipercaya memimpin cabang di usia 63 tahun karena dinilai memiliki kinerja yang baik.

“Yang penting kinerjanya. Kalau masih bagus, tentu kita pertahankan,” ujar Herry.

Konsolidasi organisasi ini juga dibarengi dengan penguatan jaringan relawan hingga tingkat tempat pemungutan suara (TPS). Dengan jumlah 3.166 TPS di Bantul, PAN menargetkan setiap TPS diisi relawan dari warga setempat.

“Kalau satu TPS ada 20 orang, kita bisa punya sekitar 60 ribu kekuatan,” katanya.

Menurutnya, relawan lokal dinilai lebih memahami kondisi wilayah dan mampu memperkuat pengawasan suara secara efektif.

“Tidak ada lagi saksi dari luar. Semua dari warga setempat,” ujarnya.

Seluruh strategi ini diarahkan untuk memperkuat posisi PAN Bantul dalam kontestasi politik mendatang, termasuk target meraih satu kursi di setiap daerah pemilihan.

“Satu dapil satu kursi. Itu yang kita dorong,” tegasnya.

Penguatan struktur hingga tingkat bawah dinilai menjadi kunci utama dalam mencapai target tersebut, sekaligus memastikan mesin partai bekerja optimal menjelang Pemilu 2029 di Bantul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |