Ini Daftar Kereta Api Jarak Jauh Dibatalkan Keberangkatannya

6 hours ago 1

Ini Daftar Kereta Api Jarak Jauh Dibatalkan Keberangkatannya Ilustrasi rangkaian kereta api. / Antara

Harianjogja.com, JAKARTA— Kecelakaan KRL Bekasi Timur memicu gangguan besar pada operasional kereta nasional. PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi 2 Bandung mengambil langkah cepat dengan membatalkan sejumlah perjalanan kereta api, termasuk KA Parahyangan, sebagai dampak langsung insiden di Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin malam.

Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan dari Purwakarta bahwa tabrakan antara Kereta CommuterLine dan kereta api jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur berdampak pada lintas utama perjalanan kereta. Gangguan ini memengaruhi jalur strategis Karawang–Gambir yang menjadi salah satu koridor padat.

"Dua perjalanan KA Parahyangan 139B berangkat Bandung pukul 19.25 WIB dan KA 140B berangkat Gambir 23.05 WIB kami batalkan sebagian perjalanannya untuk lintas Karawang-Gambir PP," katanya, Selasa (28/4/2026).

Kebijakan pembatalan perjalanan ini diambil sebagai dampak langsung kecelakaan KRL Bekasi Timur, sekaligus untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta lainnya yang melintas di jalur terdampak. KAI memastikan langkah ini bersifat sementara hingga kondisi jalur kembali normal.

Kuswardojo menambahkan, penanganan insiden masih terus berlangsung dengan melibatkan petugas di lapangan. Keselamatan penumpang dan petugas menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penanganan.

"Kami memohon maaf dan turut berduka cita yang mendalam atas kejadian tersebut," katanya.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Vice President Corporate Communication, Anne Purba, menyatakan bahwa seluruh sumber daya difokuskan pada evakuasi penumpang dan penanganan rangkaian kereta yang terlibat tabrakan di Stasiun Bekasi Timur.

"Saat ini seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan," kata Anne dalam pernyataan di Jakarta.

KAI sebelumnya telah mengonfirmasi adanya gangguan operasional di wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta, yang berdampak langsung terhadap perjalanan kereta api di lintas padat tersebut. Gangguan ini menjadi salah satu alasan utama penyesuaian dan pembatalan jadwal perjalanan.

Berdasarkan data sementara, kecelakaan KRL Bekasi Timur mengakibatkan empat penumpang KRL meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 38 penumpang mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Di sisi lain, KAI juga mengambil langkah lebih luas dengan menghentikan sementara seluruh perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasarsenen di Jakarta. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung proses penanganan di lokasi sekaligus memastikan keamanan perjalanan penumpang secara menyeluruh.

"Seluruh perjalanan kereta api jarak jauh yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen untuk sementara dihentikan guna mendukung proses penanganan dan memastikan keselamatan perjalanan," kata Anne.

Sejumlah kereta api jarak jauh yang dibatalkan pada 27 April 2026 meliputi KA 120B Gunungjati (Gambir–Cirebon), KA 139B Parahyangan (Kiaracondong–Gambir), KA 140B Parahyangan (Gambir–Kiaracondong), serta KA 22 Argo Muria (Gambir–Semarang Tawang).

Selain itu, pembatalan juga berlanjut untuk keberangkatan 28 April 2026, yakni KA 117B Gunungjati (Cirebon–Gambir), KA 56F–53F Purwojaya (Cilacap–Gambir), KA 58F–59F Purwojaya (Gambir–Cilacap), KA 143B Madiun Jaya (Madiun–Pasarsenen), dan KA 17 Argo Sindoro (Semarang Tawang–Gambir).

KAI kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas insiden kecelakaan KRL Bekasi Timur yang berdampak luas terhadap perjalanan kereta api. Upaya koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk mempercepat evakuasi korban dan pemulihan operasional.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin,” kata Anne.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” katanya menambahkan.

Berdasarkan informasi di lokasi, kecelakaan KRL Bekasi Timur terjadi saat CommuterLine berhenti di jalur 1 menuju Cikarang, kemudian kereta api jarak jauh dari arah barat masuk ke jalur yang sama dan menabrak rangkaian tersebut, sehingga menyebabkan gangguan besar pada operasional dan keselamatan perjalanan kereta api di lintas tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |