Anggota Komisi C DPRD DIY, Aslam Ridho (berdiri), menyampaikan materi dalam bedah buku berjudul Perkembangan Anak Usia Dini: Tinjauan Praktis Seorang Ibu Bekerja di Joglo Kamulyan, Donotirto, Kretek, Bantul, Senin (27/4). Harian Jogja - Anisatul Umah.
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerjasama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY menggelar bedah buku berjudul Perkembangan Anak Usia Dini: Tinjauan Praktis Seorang Ibu Bekerja, yang diterbitkan oleh Bintang Semesta Media di Joglo Kamulyan, Kalurahan Donotirto, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Senin (27/4).
Kegiatan ini digelar untuk mendorong budaya literasi sekaligus penguatan pola asuh anak usia dini di Kabupaten Bantul. Bedah buku diikuti oleh guru dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) Kabupaten Bantul.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Zulfa Kurniawan, menyampaikan kegiatan ini diharapkan bisa menjadi pemantik seseorang untuk menjadi giat membaca. Dia mengatakan buku yang diterbitkan sudah terkurasi dengan baik, sehingga informasi yang disampaikan valid.
"Melalui bedah buku ini nantinya semua peserta bisa mendapatkan manfaat. Harapannya, buku ini menjadi salah satu pemantik agar semuanya menjadi rajin membaca," ujarnya.
Menurut Zulfa, kegiatan bedah buku ini menjadi bagian dari sosialisasi untuk mendorong minat baca masyarakat. Menurutnya, tingkat budaya baca dapat dilihat dari indeks kebudayaan, salah satunya melalui jumlah buku yang dibaca dalam kurun waktu tertentu.
"Setiap buku pasti ada pembacanya, dan setiap pembaca pasti ada bukunya. Hanya membutuhkan satu buku, bapak ibu bisa mengajak orang atau memantik seseorang untuk giat membaca," katanya.
Pemimpin Redaksi Bintang Semesta Media, Yosi Sulastri, menyampaikan buku ini ditulis oleh Wilda Fasim Hasibuan. Buku ini sudah tersebar hampir di seluruh Indonesia. Dalam kurun empat tahun terakhir, buku ini banyak dibeli, apalagi dengan fokus yang membahas tinjauan praktis seorang ibu bekerja. Penulis buku ini adalah seorang ibu sekaligus dosen.
Buku setebal 157 halaman ini disusun oleh penulis sebagai bentuk refleksi serta cerminan diri bahwa dia adalah ibu sekaligus pekerja. Yosi menceritakan, di tengah kesibukannya sebagai pengajar, penulis tetap memperhatikan keluarga dan mengurus anak.
Lebih lanjut, dia mengatakan dalam bab pertama buku ini penulis mengawalinya dengan mempertanyakan tujuan dari pernikahan, lalu penulis memberikan pemahaman yang lengkap tentang fase perkembangan anak.
Di bab kedua sampai terakhir penulis merincikan fase anak baru lahir, memberikan ASI eksklusif, ketika MPASI, dan pengalaman lainnya dari penulis sembari bekerja. "Isu kesehatan anak juga diulas oleh penulis," katanya.
Pembiasaan Baik
Anggota Komisi C DPRD DIY, Aslam Ridho, mengaku berbangga hati bisa bertemu dengan ibu-ibu guru PAUD dan TK yang meluangkan waktu dalam mendidik anak-anak di usia emas. Ia mengatakan jangan berkecil hati menjadi guru PAUD dan TK, sebab setingkat doktor dan profesor belum tentu bisa mengajar anak-anak PAUD dan TK.
"Profesor mengajar di universitas memberikan buku agar mahasiswa paham, tapi anda memberikan pembiasaan yang baik," ucapnya.
Dia mengatakan mendidik adalah memberikan pembiasaan yang baik, meski dalam kondisi sedang marah namun di depan anak didik mesti ditahan. Aslam mengajak agar para guru ini berbahagia mengantarkan anak didik berakhlak dan cerdas.
"Semoga kegiatan hari ini bisa memberikan ruang tambah wawasan dalam rangka mendampingi anak-anak didik kita," katanya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































