Media Vietnam Soroti Penurunan Performa Pemain Naturalisasi Garuda

3 hours ago 3

Jumali

Jumali Jum'at, 14 Agustus 2026 20:47 WIB

Media Vietnam Soroti Penurunan Performa Pemain Naturalisasi Garuda

Latihan Timnas Indonesia jelang melawan Vietnam. Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia mengikuti sesi latihan di Stadion GBK, Jakarta, Minggu (2/8/2026). Latihan Timnas Indonesia untuk persiapan laga ketiga Grup A Piala AFF 2026 melawan Vietnam di Stadion Pakansari pada Senin (3/8/2026). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/sgd\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Program naturalisasi yang digalakkan PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan media Vietnam. Soha, portal berita olahraga asal Negeri Tetangga, menilai sejumlah pemain naturalisasi Skuad Garuda justru mengalami kemerosotan karier setelah meninggalkan kompetisi Eropa.

Dalam analisisnya, media tersebut menyebut bahwa gelombang naturalisasi yang sempat dianggap sebagai cara instan untuk meningkatkan kualitas Timnas Indonesia justru berbanding terbalik dengan kenyataan di level klub. Banyak pemain yang kesulitan mempertahankan performa terbaiknya setelah berganti kewarganegaraan dan tidak lagi bermain di kompetisi Eropa.

"Namun, kenyataan pahit di level klub menunjukkan bahwa karier banyak pemain merosot setelah mereka berganti kewarganegaraan," tulis Soha dilihat Jumat (14/8/2026).

Deretan Pemain yang Disorot

Soha secara spesifik menyoroti sejumlah nama yang sebelumnya digadang-gadang menjadi tulang punggung skuad Garuda. Mereka adalah Sandy Walsh, Eliano Reijnders, Ragnar Oratmangoen, Dion Markx, dan Rafael Struick. Menurut media tersebut, para pemain yang dibina di Eropa itu kini sama-sama kesulitan mengamankan tempat di klub masing-masing.

Kondisi Ragnar Oratmangoen juga menjadi perhatian. Pemain yang sempat bermain di Belgia bersama Dender itu kembali bermain di Indonesia setelah menjalani musim yang kurang memuaskan. Soha menilai, performa para pemain ini belum kembali ke level terbaik bahkan setelah kembali bermain di kompetisi Indonesia.

Marselino dan Ivar Jenner Tanpa Klub

Nasib Marselino Ferdinan dan Ivar Jenner juga tak luput dari sorotan. Kedua pemain muda Timnas Indonesia itu kini belum memiliki klub setelah kontrak mereka berakhir.

Marselino diketahui berstatus tanpa klub setelah kontraknya bersama Oxford United berakhir pada Juni 2026. Selama membela klub Inggris tersebut, ia lebih sering tampil sebagai pemain pengganti dengan menit bermain yang terbatas. Sementara itu, Ivar Jenner gagal mengamankan tempat di FC Utrecht sebelum memilih bergabung dengan Dewa United, dan kini juga berstatus tanpa klub setelah kontraknya berakhir.

"Fakta bahwa dua pemain kunci tim nasional Indonesia tanpa klub tepat sebelum dimulainya musim baru merupakan kenyataan yang mengkhawatirkan bagi para penggemar di kepulauan ini. Karier para talenta muda ini membutuhkan lingkungan bermain yang teratur untuk mempertahankan performa puncak mereka," tulis Soha.

Thom Haye: Satu-satunya Pengecualian

Di tengah sorotan negatif tersebut, Soha mengakui satu nama yang masih konsisten: Thom Haye. Gelandang naturalisasi itu dinilai masih mempertahankan keterampilan dan ketenangan tingkat atasnya, menjadikannya satu-satunya pengecualian di antara para pemain yang disebutkan.

Soha menambahkan bahwa bermain di kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih rendah dinilai turut memengaruhi ketahanan mental dan kualitas permainan sebagian pemain, sehingga penampilan mereka tidak setajam saat masih berkarier di Eropa.

Vietnam Juga Punya Program Naturalisasi

Menariknya, di balik sorotan tajam terhadap Indonesia, Vietnam juga tengah gencar menjalankan program naturalisasi. Media yang sama, Soha, sebelumnya juga melaporkan bahwa Timnas Vietnam menambah tiga pemain naturalisasi jelang Piala AFF 2026, yakni Patrik Le Giang, Nguyen Tai Loc, dan Dang Khoa Ngo.

Hal ini menunjukkan bahwa program naturalisasi bukanlah fenomena eksklusif Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Vietnam pun mengambil langkah serupa untuk memperkuat tim nasionalnya. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, Soha juga menilai kehadiran pemain naturalisasi Indonesia sebagai ancaman serius bagi Vietnam.

Sorotan Soha terhadap Indonesia—terlepas dari kebenaran atau tidaknya analisis tersebut—perlu dilihat dalam konteks persaingan sepak bola kedua negara yang memang selalu panas, terutama jelang pertemuan di berbagai turnamen regional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |