Liga Universitas 2026 berakhir, UNJ juara dengan rekor tanpa kekalahan

6 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kompetisi sepak bola antar-universitas atau Liga Universitas Coca-Cola 2026 resmi berakhir pada Minggu, yang ditandai Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjadi juara regional Jakarta dengan rekor tanpa kekalahan.

Kepastian ini didapatkan setelah UNJ mengakhiri laga regional Jakarta dengan membantai Universitas Pakuan (Unpak) 16-0 di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan.

Kemenangan itu membuat UNJ tak tersentuh di peringkat pertama dengan koleksi 38 poin dari 12 kemenangan dan dua seri, sementara kekalahan tersebut membuat Unpak mengakhiri Liga Universitas tahun ini dengan tanpa poin sebagai juru kunci setelah selalu kalah dalam 14 pertandingan.

"Ini merupakan satu komitmen yang panjang dan sustainable karena tidak mudah kita bisa saja kick-off satu-dua game, tapi ini kita bicara lebih dari 98 game ya total. Kita bicara dua regional, tahun depan mungkin akan ditambah lagi regionalnya. Jadi ini merupakan satu hal yang panjang, namanya juga liga jadi tiap minggu kita akan ada evaluasinya," kata Ratu Tisha Destria, Wakil Ketua Umum PSSI sekaligus pendiri Yayasan Grha Gemah Nusa, pada jumpa pers di setelah berakhirnya turnamen ini di Stadion PTIK, Minggu.

Liga Universitas telah berjalan selama empat bulan. Kompetisi ini mempertemukan tim sepak bola universitas dari Jakarta dan Bandung dalam sebuah turnamen yang dirancang untuk mendukung pengembangan kepemimpinan, kerjasama tim, serta kesejahteraan mahasiswa melalui olahraga.

Baca juga: Indonesia kenalkan Liga Universitas di World Football Day 2026

Di regional Bandung sendiri, yang menjadi juara adalah STKIP Pasundan dengan 36 poin dari 12 pertandingan. Mereka menjadi juara setelah mengalahkan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 1-0 pada laga terakhir.

"Harapannya kalau dari saya sendiri ke depannya ini akan menjadi salah satu bagian dari talent development jangka panjang. Pastinya kita nggak akan melihat hasilnya ini hanya dalam satu tahun," tambah dia.

Turnamen tahun ini melibatkan 15 tim universitas dengan total 98 pertandingan di dua regional. Tidak hanya berkompetisi di lapangan, liga ini juga mendorong mahasiswa untuk membangun ketangguhan dan karakter, memperkuat kerja sama tim, memperluas jejaring antarmahasiswa, serta menumbuhkan nilai-nilai positif dan sportivitas di lingkungan kampus.

Program ini juga memperoleh eksposur internasional ketika dua peserta turnamen, yakni Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan M. Elyas Aryo Saputro dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mewakili Indonesia dalam program “One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health & Well-being”, yang diselenggarakan di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHQ), New York, pada 17 Juli lalu.

Sementara itu, Eva Lusiana sebagai Presiden Direktur Coca-Cola Indonesia, mengatakan bahwa liga ini mencerminkan komitmen bersama untuk membuka lebih banyak ruang bagi pengembangan generasi muda melalui sepak bola.

“Kami senang dapat mendukung sebuah wadah yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkompetisi, belajar, dan berkembang bersama. Melalui kolaborasi bersama para mitra, kami berharap Liga Universitas Coca-Cola dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pengembangan talenta muda sepak bola sekaligus komunitas mahasiswa di Indonesia,” ujar Eva.

Baca juga: Liga Universitas gaungkan semangat perdamaian dan kesehatan mental

Komitmen Coca-Cola Indonesia tidak berhenti sampai di sini. Coca-Cola Indonesia berkomitmen membangun ekosistem keberlanjutan melalui Student Ambassador Program. Sebuah wadah bagi para mahasiswa peserta Liga Universitas Coca-Cola untuk berkembang dalam hal kepemimpinan, tata kelola event, kolaborasi komunitas, sekaligus menjadi penggerak jaringan distribusi produk serta aktivitas kampus yang terukur, agar bisa berdampak positif bagi masyarakat.

Sementara itu, bagi UNJ, keberhasilan meraih gelar juara regional Jakarta menjadi puncak dari perjalanan kompetisi yang penuh tantangan dan dijalani dengan disiplin. Di bawah arahan Pelatih Theophanic Isfahani Mustafa, tim menjalani musim yang padat sekaligus membagi komitmen para pemain dengan berbagai kompetisi resmi lainnya, termasuk Liga 4 dan Elite Pro Academy Liga 2 U19.

Meski menghadapi sejumlah pemain yang mengalami cedera serta tantangan rotasi skuad sepanjang turnamen, UNJ berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan hingga akhir kompetisi.

“Kami bersyukur dapat menyelesaikan turnamen ini tanpa kekalahan. Kemenangan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak di Universitas Negeri Jakarta, mulai dari tim pelatih, komunitas universitas, para pendukung, dan tentunya para pemain yang terus menunjukkan komitmen sepanjang musim,” kata Theophanic, yang di akhir turnamen mendapatkan penghargaan sebagai pelatih terbaik tersebut.

Berikut daftar penghargaan Liga Universitas 2026 regional Jakarta:

Outstanding Volunteer: Fauzi Saputra Husin

Wasit terbaik: Nurhasan Habibuloh

Pelatih terbaik: Theophanic Isfahani Mustafa (Universitas Negeri Jakarta/UNJ)

Tim fairplay: Universitas Indonesia (UI)

Kiper terbaik: Ahmad Farhan Asyakur (Universitas Borobudur/Unbor) 26 saves

Pemain terbaik: Ikbal Khadafi (Universitas Negeri Jakarta/UNJ)

Top skor: Ilhamsyah (Universitas Borobudur/Unbor) 14 gol

Peringkat 3: Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ)

Peringkat 2: Universitas Kristen Indonesia (UKI)

Juara: Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Baca juga: Kampanye "Lelaki Bercerita" tandai pekan pembuka Liga Universitas 2026

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |