Alasan panitia Piala Presiden 2026 tak jual tiket untuk semifinal

6 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Ketua Organizing Committee Piala Presiden 2026 Tsamara Amany menjelaskan alasan keamanan menjadi faktor terkuat mengapa pihaknya tak menjual tiket semifinal Piala Presiden 2026 yang digelar di Bali.

Hal ini diambil setelah semifinal Piala Presiden 2026 mempertemukan empat tim yang memiliki sejarah rivalitas tinggi, yaitu Persib Bandung menghadapi Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya melawan Arema FC.

"Saya kira, nomor satu, tentu saja kita memikirkan dari segi keamanan. Bagi kami di kepanitiaan, nomor satu adalah keselamatan. Keselamatan penonton, keselamatan suporter. Saya, pak Arya (Sinulingga), dan seluruh tim kepanitiaan, kami selalu beranggapan bahwa menonton sepak bola itu harus aman, harus nyaman, harus tenang, dan harus bahagia," jelas Tsamara ketika ditemui awak media setelah berakhirnya Kongres Biasa PSSI 2026 di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, kepastian ini datang setelah akun Instagram resmi Piala Presiden 2026 pada Minggu malam mengumumkan bahwa mereka tidak menjual tiket untuk pertandingan semifinal sehingga para suporter diminta tidak membeli tiket dari pihak mana pun.

Baca juga: SC upayakan penonton bisa hadir di semifinal-final Piala Presiden 2026

Keputusan tersebut membuat dua laga yang mempertemukan empat klub besar Indonesia itu dipastikan hanya dapat disaksikan melalui siaran televisi maupun layanan streaming

"Tapi memang, tentu tadi seperti yang sudah saya sampaikan. Kami juga akan berkoordinasi secara intens tentunya dengan pihak Kepolisian, keamanan, Pemerintah Daerah, dan juga TNI-POLRI tentunya, nomor satu keselamatan," ungkap dia.

"Kami akan koordinasi dengan pihak-pihak yang diperlukan. Tapi sama, jangan sampai karena sepak bola begitu kita mengorbankan orang," tambah dia.

Sementara itu, anggota Steering Committe (SC) Piala Presiden 2026 Arya Sinulingga mengaku yakin antusiasme penonton menyaksikan dua laga semifinal itu akan tetap tinggi meski mereka tak diperbolehkan datang langsung ke stadion.

Terlebih, tambah dia, klub-klub lokal di edisi tahun ini menunjukkan tajinya setelah mereka mampu menyingkirkan tiga klub luar negeri yang berpartisipasi, yakni Port FC, Arema FC, dan PSMS Medan.

"Dengan legenda-legenda di klubnya itu sudah membuktikan ternyata ini klub-klub terbaiknya legenda Indonesia. Dan mereka ditonton banyak orang. Itu sudah bukti bahwa hype-nya tidak akan turun," tutur Arya.

Baca juga: Persib Bandung bidik kemenangan kontra Persija Jakarta

Dalam kesempatan yang sama, Arya menegaskan bahwa sejak awal panitia telah menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa penentuan tuan rumah Piala Presiden 2026 hanya berlaku hingga babak fase grup.

Penegasan ini disampaikan untuk merespons narasi yang sempat berkembang di publik bahwa panitia seolah tidak mengantisipasi kemungkinan Persib menghadapi Persija serta Persebaya bertemu Arema di babak semifinal.

"Sekalian jawab yang ini. Yang katanya, 'Wah, kan sudah tahu akan begini. Kok mengundang klub-klub itu?'. Justru karena kita tahu. Maka dari itu, sejak awal kami sudah sampaikan ke klub, bahkan di pengumuman kita, bahwa tuan rumah itu hanya di penyisihan grup. Sampai di akhir tidak ada di mana semifinal dan final," jelas dia.

"Jadi, sudah kami siapkan dan kami tahu memang bahwa dengan mengundang ini ada konsekuensinya. Kita siap juga dengan konsekuensi. Artinya sudah kita hitung. Maka dari itu, tidak ada penentuan. Sejak awal tidak ada penentuan. Kita semua tahu. UMKM juga tahu," tambah dia.

Adapun, dua laga semifinal ini akan dimainkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada besok Selasa (4/8), dimana Persib akan menghadapi Persija pukul 15.30 WIB, sementara Persebaya kontra Persija digelar malam harinya pukul 19.30 WIB.

Baca juga: Ketua SC: Nilai sponsor Piala Presiden 2026 tembus Rp70 miliar

Baca juga: Bali tuan rumah laga semifinal dan final Piala Presiden 2026

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |