Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Terdampak Banjir Bandang Nepal-China

3 hours ago 1

Newswire

Newswire Kamis, 27 Agustus 2026 10:37 WIB

Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Terdampak Banjir Bandang Nepal-China

Kemlu memastikan tak ada WNI terdampak banjir bandang Nepal-China. Sebanyak 160 orang tewas dan ratusan lainnya masih hilang.

Harianjogja.com, JAKARTA— Kementerian Luar Negeri RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) di antara ratusan wisatawan asing yang tewas atau hilang akibat banjir bandang dahsyat di perbatasan China-Nepal, Rabu.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan pemantauan terhadap WNI di Nepal dan Tibet terus dilakukan. KBRI Dhaka dan KBRI Beijing berkoordinasi dengan jejaring WNI serta Konsul Kehormatan RI di Kathmandu untuk mengetahui kondisi warga Indonesia setelah bencana tersebut.

“Hingga saat ini, berdasarkan pemantauan dan komunikasi dengan pihak terkait, belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak,” ucap Heni merespons pertanyaan ANTARA secara tertulis di Jakarta, Kamis.

KBRI Pantau WNI yang Berada di Nepal

Perhatian khusus diberikan KBRI Dhaka kepada WNI yang berada di Nepal sebagai wisatawan. Fokus pemantauan terutama diarahkan kepada warga Indonesia yang tengah melakukan atau akan melakukan kegiatan pendakian.

Heni mengatakan KBRI Dhaka telah menerbitkan imbauan kepada seluruh agen perjalanan yang memberangkatkan WNI ke Nepal. Para agen diminta segera menyampaikan informasi mengenai keberadaan dan kondisi WNI yang mereka pandu, khususnya mereka yang sedang melakukan perjalanan atau pendakian.

Saat ini tercatat 45 WNI menetap di Nepal. Sebagian besar dari mereka berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan.

Menyusul bencana tersebut, KBRI Dhaka dan KBRI Beijing juga mengimbau seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan. WNI diminta mengikuti arahan otoritas setempat, menghindari wilayah terdampak, serta memantau perkembangan melalui sumber resmi.

“KBRI Beijing dan KBRI Dhaka akan terus memantau perkembangan situasi dan menjaga komunikasi dengan komunitas WNI,” ucap Direktur PWNI Kemlu RI.

Dalam kondisi darurat, WNI di Nepal dapat menghubungi hotline KBRI Dhaka melalui +880 161-4444-552. Sementara itu, WNI di China dapat menghubungi hotline KBRI Beijing melalui +8618610455488.

Korban Banjir Bandang Capai 160 Orang

Di tengah pemantauan terhadap warga Indonesia, jumlah korban bencana di perbatasan Nepal-China dilaporkan terus bertambah.

Menurut laporan Kyodo, korban tewas akibat banjir bandang dahsyat tersebut melonjak menjadi 160 orang, sedangkan ratusan lainnya masih belum ditemukan.

Otoritas Nepal mencatat sebanyak 384 orang hilang. Dari jumlah tersebut, 290 orang merupakan wisatawan asing yang berasal dari India, Malaysia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat.

Banjir bandang terjadi setelah Sungai Bhotekoshi di Rasuwa, wilayah pegunungan Nepal, tiba-tiba meluap. Derasnya aliran air kemudian berubah menjadi banjir bandang yang menghancurkan rumah-rumah dan bangunan, termasuk sebuah pembangkit listrik tenaga air.

Longsor Lumpur Juga Terjadi di Tibet

Bencana serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah otonom Tibet, China. Kantor berita China, Xinhua, melaporkan tiga orang tewas dan 265 lainnya hilang setelah longsor lumpur melanda Shigatse, sebuah kota besar di wilayah tersebut.

Sungai yang meluap dalam bencana itu mengalir dari China menuju Nepal. Kondisi tersebut turut menjadi bagian dari perkembangan bencana di kawasan perbatasan kedua negara.

Sementara itu, KBRI Dhaka dan KBRI Beijing masih melakukan pemantauan terhadap kondisi WNI serta menjaga komunikasi dengan komunitas WNI di wilayah masing-masing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |