Harbolnas 2026 Ditargetkan Tembus Rp40 Triliun

1 hour ago 1

Newswire

Newswire Kamis, 27 Agustus 2026 12:47 WIB

Harbolnas 2026 Ditargetkan Tembus Rp40 Triliun

Ilustrasi belanja online-Magnific

Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah menargetkan nilai transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 mencapai Rp40 triliun, naik sekitar 10% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp36,4 triliun.

Target tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka Kick-off Road to Harbolnas 2026 di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Airlangga berharap peningkatan transaksi Harbolnas dapat ikut menggerakkan perekonomian nasional, terutama pada kuartal IV 2026.

"Target tahun lalu kita capai sebesar Rp36,4 triliun dan tahun ini ditargetkan naik minimal 10 persen. Jadi targetnya tahun ini Rp40 triliun," kata Airlangga.

Menurut Airlangga, Harbolnas menjadi salah satu momentum pemerintah untuk mendorong aktivitas ekonomi menjelang akhir tahun. Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2026 menuju 6% sebagai pijakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.

Ekonomi Digital Indonesia Capai US$100 Miliar

Airlangga menilai potensi ekonomi digital Indonesia masih sangat besar. Nilai ekonomi digital nasional disebut telah mencapai sekitar US$100 miliar pada 2025.

Indonesia juga menjadi salah satu pasar utama video commerce. Airlangga mencatat jumlah penjual online mencapai sekitar 800.000, sedangkan transaksi melalui video commerce meningkat hampir 90% menjadi 2,6 miliar transaksi.

"Jumlah penjual online sekitar 800.000, namun dalam video commerce ini transaksinya sudah naik hampir 90 persen yaitu 2,6 miliar transaksi," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan Harbolnas merupakan program kolaborasi pemerintah dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA). Program tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal IV sekaligus menjadi stimulus bagi daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.

Budi mencatat transaksi Harbolnas 2025 mencapai Rp36,4 triliun, meningkat 17% dibandingkan 2024 yang sebesar Rp31,2 triliun. Dari total transaksi 2025 tersebut, produk lokal menyumbang Rp16,6 triliun atau sekitar 45%.

"Tiga kategori produk lokal yang paling banyak diminati konsumen adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan serta produk makanan dan minuman," terang Budi.

Harbolnas 2026 Digelar 10-16 Desember

Budi mengatakan Harbolnas 2026 akan berlangsung selama tujuh hari, yakni 10-16 Desember 2026. Cakupan program tahun ini diperluas, tidak hanya menawarkan promosi barang, tetapi juga berbagai produk dan layanan jasa.

Layanan yang masuk dalam cakupan Harbolnas 2026 antara lain akomodasi dan tiket transportasi. Pelibatan platform juga diperluas dengan menggandeng online travel agent, ride-hailing, social commerce, serta berbagai platform perdagangan dan layanan digital lainnya.

"Perluasan cakupan tersebut juga merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik," ujar Budi.

Selain mendorong konsumsi domestik, Kemendag juga melihat peluang pemanfaatan platform e-commerce untuk memperluas pasar produk Indonesia ke luar negeri. Produk dalam negeri kini mulai dipasarkan melalui platform digital ke sejumlah negara di Asia.

Upaya tersebut sejalan dengan sejumlah program Kemendag, termasuk UMKM Bisa Ekspor dan Kampuspreneur. Kemendag telah menggandeng lebih dari 20 perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan ekspor kepada mahasiswa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |