JOGJA— Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Yogyakarta dinilai memiliki modal kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga melahirkan talenta dan inovasi AI.
Anggota DPRD DIY, Dr. Raden Stevanus Christian Handoko, S.Kom., M.M., mengatakan momentum peringatan kemerdekaan dapat menjadi kesempatan untuk melihat kembali makna kemerdekaan dalam konteks kehidupan digital.
Menurutnya, jika dahulu kemerdekaan dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, di era teknologi masyarakat juga perlu memiliki kemampuan untuk berdiri mandiri dan tidak sekadar bergantung pada teknologi yang dikembangkan pihak lain.
"Kalau dulu kita memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan, sekarang kita juga harus berbicara tentang kedaulatan di era digital. Jangan sampai kita hanya menjadi pengguna teknologi," kata Raden Stevanus.
Ia menilai AI akan semakin memengaruhi berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, industri kreatif, pelayanan publik hingga dunia kerja. Karena itu, kemampuan memahami dan menggunakan AI perlu mulai dibangun sejak generasi muda.
Namun, menurut Stevanus, penguasaan AI tidak cukup hanya sebatas kemampuan menggunakan berbagai aplikasi berbasis kecerdasan buatan.
"Anak muda kita jangan berhenti sebagai pengguna. Mereka harus naik kelas menjadi creator, innovator, dan problem solver. Teknologi harus menghasilkan karya dan memberikan solusi untuk persoalan nyata di masyarakat," ujarnya.
Stevanus melihat Yogyakarta memiliki modal yang relatif lengkap untuk membangun ekosistem tersebut. Status sebagai kota pendidikan, keberadaan perguruan tinggi, komunitas kreatif, pelaku UMKM, industri teknologi, serta dukungan pemerintah menjadi kekuatan yang dapat dikolaborasikan.
Perkembangan tersebut juga terlihat dari semakin kuatnya ekosistem AI di Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada (UGM), misalnya, bersama Indosat dan NVIDIA meluncurkan AI Technology Center pada 13 Agustus 2026. UGM sebelumnya juga berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital melalui program AI Talent Factory untuk memperkuat kompetensi talenta di bidang AI.
Menurut Stevanus, perkembangan tersebut perlu menjadi momentum bagi DIY untuk membangun ekosistem yang lebih luas dan melibatkan lebih banyak anak muda.
"Ini momentum yang baik. Tetapi jangan hanya berhenti di kampus atau di kalangan mereka yang sudah memiliki kemampuan teknologi. Literasi dan keterampilan AI harus bisa menjangkau pelajar, mahasiswa, komunitas, UMKM, hingga masyarakat luas," katanya.
Stevanus mendorong pengembangan AI di DIY diarahkan pada tiga tahapan. Pertama, memperkuat literasi agar masyarakat memahami peluang sekaligus risiko AI. Kedua, membangun keterampilan agar generasi muda mampu menggunakan AI secara produktif. Ketiga, mendorong lahirnya karya dan inovasi yang memberikan dampak nyata.
"Jadi alurnya jelas. Dari literasi menjadi keterampilan, dari keterampilan menjadi karya, dari karya menjadi kemandirian," ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah juga perlu mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan talenta digital. Dukungan regulasi, penganggaran, infrastruktur, akses pelatihan, hingga ruang kolaborasi menjadi bagian penting agar perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Sebagai anggota DPRD DIY yang menggagas Perda Yogyakarta Smart Province, Stevanus mengatakan DPRD DIY harus memiliki peran melalui fungsi pembentukan regulasi, penganggaran, dan pengawasan.
"Jangan sampai AI hanya menjadi jargon. Kalau kita percaya bahwa teknologi akan menentukan masa depan, maka harus ada kebijakan, program, dan anggaran yang benar-benar mendukung pengembangan talenta dan inovasi," katanya.
Stevanus menilai pengembangan AI juga harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan nilai kebangsaan. Kemajuan teknologi, menurutnya, tidak boleh membuat generasi muda kehilangan kemampuan berpikir kritis maupun jati diri.
"Teknologi boleh berubah sangat cepat, tetapi nilai kemanusiaan, etika, dan Pancasila tidak boleh ditinggalkan. Kita ingin generasi muda yang canggih secara teknologi, tetapi tetap memiliki karakter," ujarnya.
Ia berharap Yogyakarta dapat mengambil posisi lebih strategis dalam perkembangan teknologi nasional.
"Jogja punya kampus, punya anak muda, punya komunitas kreatif, punya budaya inovasi. Modalnya sudah ada. Tinggal bagaimana kita menghubungkan semuanya menjadi sebuah ekosistem," katanya.
Stevanus menegaskan, ukuran keberhasilan transformasi digital bukan seberapa banyak masyarakat menggunakan teknologi, melainkan seberapa jauh teknologi mampu menciptakan manfaat dan kemandirian.
"Kalau anak muda Jogja mampu menggunakan AI untuk membuat karya, membangun usaha, menyelesaikan masalah sosial, meningkatkan produktivitas UMKM, bahkan menciptakan teknologi baru, di situlah kita mulai berbicara tentang kedaulatan digital," ungkapnya.
Menurutnya, semangat tersebut merupakan salah satu bentuk memaknai kemerdekaan di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.
"Merah Putih kita tetap sama. Semangat kemerdekaannya juga sama. Yang berubah adalah medan perjuangannya. Dan salah satu medan perjuangan generasi muda hari ini adalah teknologi," pungkas Stevanus. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.








































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4855687/original/012825900_1717681637-20240606IQ_Timnas_Indonesia_vs_Irak__15_.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)