Kebocoran Stok Amunisi, 50 Staf Pentagon Jalani Tes Poligraf

2 hours ago 2

Newswire

Newswire Sabtu, 05 September 2026 15:37 WIB

Kebocoran Stok Amunisi, 50 Staf Pentagon Jalani Tes Poligraf

Foto ilustrasi bendera Amerika Serikat. - Freepik

Harianjogja.com, NEW YORK— Sekitar 50 anggota Staf Gabungan militer Amerika Serikat (AS) menjalani tes poligraf untuk menyelidiki dugaan kebocoran informasi terkait persediaan amunisi. Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah muncul laporan mengenai kondisi stok persenjataan AS di tengah konflik dengan Iran.

Tes poligraf terhadap para perwira militer dan pegawai sipil Departemen Pertahanan AS atau Pentagon itu berlangsung pada Agustus 2026. Mereka ditanyai mengenai kemungkinan membocorkan informasi tentang persediaan amunisi kepada media.

Laporan mengenai pemeriksaan tersebut disampaikan The New York Times (NYT), Jumat (4/9/2026). Pentagon sendiri tidak memberikan penjelasan lebih jauh mengenai pemeriksaan internal terhadap para pegawainya.

Juru Bicara Pentagon Sean Parnell menolak berkomentar mengenai persoalan kepegawaian maupun penyelidikan yang sedang berjalan.

"Namun, kami menganggap semua kebocoran informasi rahasia terkait keamanan nasional sebagai hal yang sangat serius dan kami melakukan penyelidikan sesuai prosedur," kata Parnell.

Stok Rudal AS Jadi Sorotan

Penyelidikan tersebut berlangsung ketika kondisi persediaan persenjataan AS menjadi perhatian. Dalam laporan yang diterbitkan pada Juni 2026, NYT menyebut AS telah menghabiskan hampir seluruh persediaan rudal jelajah siluman selama konflik dengan Iran.

Selain itu, AS dilaporkan telah menembakkan rudal Tomahawk dalam jumlah yang setara dengan pengadaan rudal tersebut selama satu dekade pada masa damai.

Laporan NYT juga menyebut penggunaan rudal Patriot oleh AS telah menghabiskan kapasitas produksi nasional yang setara dengan produksi selama dua tahun.

Kondisi tersebut menimbulkan perhatian terhadap kemampuan AS mempertahankan ketersediaan persenjataan jika konflik berskala besar berlangsung dalam waktu panjang.

AS Berisiko Kekurangan Rudal Presisi

Kekhawatiran mengenai persediaan senjata AS sebelumnya juga muncul dalam laporan analitis Center for Strategic and International Studies (CSIS) pada April 2026.

Lembaga tersebut menyebut AS berisiko menghadapi kekurangan kritis rudal berpemandu presisi apabila harus menghadapi konflik skala besar pada masa mendatang. Risiko itu dikaitkan dengan persediaan senjata yang semakin menipis.

Informasi mengenai stok amunisi tersebut kemudian menjadi bagian dari materi yang diduga bocor kepada media sehingga mendorong dilakukannya pemeriksaan terhadap personel Pentagon.

Tes poligraf digunakan dalam penyelidikan internal untuk menggali informasi dari para perwira militer maupun pegawai sipil yang diduga mengetahui atau terlibat dalam kebocoran tersebut.

Meski demikian, Pentagon belum mengungkap hasil pemeriksaan ataupun menjelaskan apakah penyelidikan tersebut telah mengidentifikasi pihak yang diduga membocorkan informasi.

Pernyataan Pentagon menegaskan bahwa kebocoran informasi rahasia yang berkaitan dengan keamanan nasional dipandang sebagai persoalan serius. Penanganan kasus tersebut selanjutnya dilakukan melalui prosedur penyelidikan internal yang berlaku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |