647 Sekolah di Malaysia Ditutup Imbas Kabut Asap Karhutla Indonesia

1 hour ago 1

Jumali

Jumali Sabtu, 05 September 2026 16:47 WIB

647 Sekolah di Malaysia Ditutup Imbas Kabut Asap Karhutla Indonesia

Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di salah satu wilayah Kalimantan./Istimewa-Badan Komunikasi Pemerintah\r\n\r\n

Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Malaysia menetapkan status keadaan darurat di Distrik Serian, Negara Bagian Sarawak, setelah wilayah tersebut terdampak parah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berasal dari Indonesia.

Keputusan tersebut diambil setelah kualitas udara di Serian memburuk hingga mencapai tingkat yang membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Kantor Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan Raja Malaysia, Sultan Ibrahim, telah menyetujui deklarasi keadaan darurat tersebut. Keputusan itu diambil setelah adanya permohonan dari Komite Manajemen Bencana Sarawak.

647 Sekolah Hentikan Pembelajaran Tatap Muka

Dampak paling langsung dirasakan masyarakat di Serian. Sebanyak 647 sekolah di distrik tersebut diwajibkan menghentikan kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka mulai Senin pekan depan.

Kebijakan ini menjadi salah satu langkah pemerintah Malaysia untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan kabut asap yang semakin tebal.

Tidak hanya sekolah, aktivitas di berbagai sektor juga ikut dibatasi. Kantor pemerintah dan swasta, kawasan perkebunan, proyek konstruksi, serta lokasi penambangan diperintahkan menghentikan sementara kegiatan operasional.

Pengecualian diberikan kepada sektor yang menyediakan layanan esensial dan dibutuhkan masyarakat.

Pemerintah setempat juga memperpanjang operasi penyemaian awan yang sebelumnya direncanakan berlangsung selama tiga hari. Langkah tersebut dilakukan untuk memanfaatkan potensi pembentukan awan hujan dengan harapan dapat membantu mengurangi konsentrasi kabut asap.

Ketua Komite Manajemen Bencana Sarawak, Douglas Uggah Embas, menegaskan status keadaan darurat tersebut hanya berlaku untuk Distrik Serian.

Artinya, kebijakan itu tidak diberlakukan untuk seluruh wilayah Negara Bagian Sarawak.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan. Warga diimbau membatasi aktivitas fisik di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada level yang berbahaya.

Kabut Asap Meluas ke Sejumlah Negara

Kabut asap yang memicu kondisi darurat di Serian merupakan bagian dari persoalan polusi lintas batas di Asia Tenggara.

Kebakaran yang terjadi di kawasan hutan Sumatra dan Kalimantan menyebabkan asap terbawa angin hingga mencapai sejumlah wilayah negara tetangga.

Selain Malaysia, Singapura juga mengalami penurunan kualitas udara. Negara tersebut mulai menerbitkan panduan kualitas udara harian setelah hasil pengukuran dalam periode 24 jam masuk kategori tidak sehat untuk pertama kalinya sejak 2023.

Dampaknya juga dirasakan Filipina. Presiden Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan peliburan sekolah di kawasan ibu kota Metro Manila dan sejumlah provinsi yang terdampak kabut asap.

Sementara itu, paparan asap dilaporkan menyelimuti Sabah, Semenanjung Malaysia, hingga Brunei.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak berhenti di wilayah Indonesia. Asap yang terbawa angin dapat melintasi batas negara dan mengganggu kesehatan, pendidikan, serta aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Asia Tenggara.

Para ilmuwan juga memperingatkan potensi memburuknya situasi dalam beberapa waktu ke depan. Suhu udara diperkirakan mencapai puncaknya pada September, sehingga cuaca yang lebih panas dan kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Jika kondisi tersebut berlanjut, persoalan kabut asap berpotensi kembali menjadi ancaman kesehatan dan lingkungan bagi masyarakat di sejumlah negara Asia Tenggara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |