
Kebakaran kandang bebek di Boyolali diduga akibat korsleting listrik. Sebanyak 2.500 ekor bebek mati dan kerugian ditaksir Rp100 juta.
Harianjogja.com, BOYOLALI—Kebakaran kandang bebek di wilayah Boyolali menghanguskan sebuah peternakan tepatnya di Dukuh Tegalrejo RT 009/RW 003, Desa Pentur, Kecamatan Simo, Minggu (28/6/2026) dini hari.
Sedikitnya 2.500 ekor bebek mati terpanggang dalam kebakaran tersebut. Adapun penyebab kebakaran diduga dipicu hubungan arus pendek listrik (korsleting), dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Boyolali, Supriyono, menjelaskan kandang yang terbakar merupakan milik Heri Wiyatno. Selain menghanguskan bangunan kandang, kebakaran juga menyebabkan seluruh bebek yang berada di dalamnya tidak dapat diselamatkan.
"Kandang tersebut milik Bapak Heri Wiyatno, isi kandangnya sekitar 2.500 ekor bebek dan kerugian sekitar Rp100 juta," kata Supriyono saat dihubungi, Minggu (28/6/2026).
Berdasarkan hasil penelusuran awal, kebakaran diduga bermula akibat korsleting listrik. Peristiwa pertama kali diketahui oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi setelah melihat kobaran api muncul dari bangunan kandang ayam dan bebek milik korban.
Warga kemudian mendekati lokasi untuk memastikan sumber api. Saat itu diketahui kandang yang berisi ribuan bebek telah dilalap si jago merah. Menurut Supriyono, kondisi tersebut terjadi tidak lama setelah penjaga kandang meninggalkan lokasi.
"Jadi kebetulan ini merupakan kandang yang baru ditinggal pulang oleh penjaga," ujarnya.
Laporan mengenai kebakaran diterima petugas Damkar Satpol PP Boyolali sekitar pukul 02.43 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, petugas dengan segera mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Banyaknya material yang mudah terbakar membuat para petugas harus berjibaku untuk menjinakkan api. Berbagai upaya dilakukan petugas di lokasi kejadian.
Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 03.05 WIB dan baru berhasil diselesaikan pada pukul 05.15 WIB. Kebakaran yang terjadi pada waktu dini hari itu akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama lebih dari dua jam untuk mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke area lain.
"Waktu pemadaman dimulai pukul 03.05 WIB-05.15 WIB. Jadi memang terjadi saat dini hari. Proses pemadaman sekitar dua jam," kata Supriyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































