Kadin Sleman Ingatkan UMKM Tak Cukup Bertahan di Tengah Persaingan

3 hours ago 1

Harianjogja.com, SLEMAN—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sleman menyoroti semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di tengah perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, dan persaingan usaha yang semakin ketat, pelaku UMKM dituntut tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga meningkatkan daya saing melalui inovasi dan penguatan kapasitas usaha.

Ketua Kadin Kabupaten Sleman, Yudi Prihantana, mengatakan pola pengembangan UMKM saat ini harus bergerak lebih jauh dibanding sekadar menjaga keberlangsungan usaha. Menurutnya, pelaku UMKM perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman agar tidak tertinggal dalam persaingan pasar.

“Mempertahankan usaha saja tidak cukup. Mereka perlu melakukan inovasi, memanfaatkan teknologi, memperkuat legalitas, sekaligus membangun tata kelola usaha yang lebih profesional,” kata Yudi saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, kebutuhan UMKM saat ini tidak hanya berkaitan dengan modal usaha. Banyak pelaku usaha membutuhkan pendampingan dalam aspek pemasaran digital, pengembangan produk, legalitas usaha, hingga perluasan jaringan bisnis.

Karena itu, Kadin Sleman mendorong terciptanya ekosistem usaha yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar pelaku UMKM memperoleh dukungan yang lebih komprehensif.

“Kegiatan hari ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Kadin Kabupaten Sleman dalam menjalankan program kerja yang berfokus pada peningkatan kompetensi, kapasitas, dan daya saing pelaku UMKM di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Menurut Yudi, penguatan sektor UMKM membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, perusahaan teknologi, lembaga perlindungan tenaga kerja, hingga penyedia layanan pendukung lainnya.

Melalui forum yang digelar Kadin Sleman, para pelaku UMKM dipertemukan dengan berbagai mitra strategis yang dapat membantu menjawab kebutuhan usaha mereka. Forum tersebut tidak hanya difungsikan sebagai sarana pelatihan, tetapi juga menjadi ruang konsultasi, pengembangan jejaring, kemitraan usaha, dan kolaborasi bisnis.

“Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan solusi nyata terhadap tantangan yang mereka hadapi,” katanya.

Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan, Kadin Sleman berencana menggelar forum serupa secara rutin setiap bulan. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan ruang diskusi dan pendampingan yang lebih konsisten sesuai kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Dalam kegiatan tersebut, sektor perbankan turut memperkenalkan berbagai akses pembiayaan yang dapat dimanfaatkan UMKM untuk mengembangkan usahanya.

Consumer Lending Head BTN Yogyakarta, Kurnia Dewi, menjelaskan Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu instrumen pembiayaan yang dapat digunakan pelaku usaha untuk memperluas bisnis, meningkatkan kapasitas produksi, hingga membeli atau merenovasi tempat usaha.

“Bank tidak cukup hanya menunggu nasabah datang ke kantor. Kami ingin hadir langsung menemui pelaku usaha, memahami kebutuhannya, dan memberikan solusi yang sesuai,” kata Kurnia.

Selain akses pembiayaan, perlindungan terhadap pelaku usaha juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan gratis kepada peserta sebagai bentuk antisipasi terhadap risiko kerja yang dapat terjadi saat menjalankan aktivitas usaha.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman, Sony Eka Santana, mengatakan perlindungan tenaga kerja menjadi bagian penting dalam menciptakan usaha yang berkelanjutan dan lebih aman bagi pelaku maupun pekerja.

Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan berbagai informasi pendukung terkait pengembangan usaha. Indosat IM3 memperkenalkan solusi konektivitas digital untuk mendukung aktivitas bisnis, sementara Print Flow memberikan konsultasi mengenai desain produk dan kemasan yang lebih menarik dan kompetitif.

Pelaku UMKM juga memperoleh pendampingan terkait pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikasi Halal, dua aspek yang kini semakin penting untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Kadin Sleman menilai penguatan legalitas, pemanfaatan teknologi, akses pembiayaan, dan perlindungan usaha harus berjalan beriringan agar UMKM mampu naik kelas. Dengan dukungan berbagai pihak, sektor UMKM diharapkan dapat terus tumbuh sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |