Jika Tak Kunjung Membaik, Marc Marquez Siap Gantung Helm

8 hours ago 6

Jika Tak Kunjung Membaik, Marc Marquez Siap Gantung Helm Marc Marquez menjadi pembalap tercepat pada sesi practice di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Jumat (15/8 - 2025). (MotoGP)

Harianjogja.com, JOGJA—Marc Marquez mulai memberikan sinyal serius terkait kemungkinan pensiun dari MotoGP setelah mengalami penurunan performa akibat cedera berkepanjangan. Pembalap Ducati Lenovo tersebut mengaku ragu bisa kembali tampil secepat masa kejayaannya.

Kondisi ini terasa semakin nyata setelah tiga seri awal MotoGP 2026 dilalui tanpa satu pun podium. Hasil tersebut menjadi indikator bahwa proses pemulihan belum sepenuhnya mengembalikan performa terbaiknya.

Marquez saat ini menjalani musim keduanya bersama tim pabrikan Ducati Lenovo. Sebelumnya, ia sempat bangkit bersama Gresini Ducati pada 2024 sebelum akhirnya meraih gelar juara dunia MotoGP 2025. Namun, cedera serius di penghujung musim lalu kembali menjadi hambatan besar.

“Saya akan pensiun jika tidak punya pilihan lain, tapi saya tidak akan puas 100%. Saya akan tenang karena saya sudah mencoba, meskipun tidak berhasil, tapi saya tidak akan pensiun dengan kepuasan 100%,” kata Marc Marquez, dilansir dari GP One, Minggu (19/4/2026)

Ia menegaskan bahwa selama masih aktif, dirinya tetap akan memberikan kemampuan terbaik. Namun, keraguan muncul karena kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.

“Sekarang, ketika waktunya tiba, saya bisa pensiun dengan tenang dan puas, tapi selama saya masih aktif, saya akan terus memberikan 100%. Saya ragu bisa kembali balapan dengan cepat karena saya sedang pulih dari cedera parah,” lanjutnya.

Cedera pada lengan kanan menjadi faktor utama yang menghambat performanya di lintasan. Kondisi ini membuatnya tidak lagi bisa mengandalkan kekuatan fisik seperti sebelumnya.

“Saya tahu betul bahwa lengan saya tidak lagi seperti dulu, dan salah satu hal yang membantu saya adalah tidak membandingkan sisi kiri dengan sisi kanan,” ujarnya.

Marquez juga mengakui bahwa keputusan untuk pensiun kemungkinan besar akan ditentukan oleh kondisi tubuhnya, bukan oleh keinginan pribadi.

“Saya sadar bahwa saat itu semakin dekat. Saya akan terus berlanjut selama tubuh saya masih kuat. Saya tahu bahwa saya akan mengakhiri karier saya lebih karena kondisi fisik daripada pikiran atau keinginan saya,” katanya.

Jika benar terjadi, kepergian Marquez akan meninggalkan kekosongan besar di MotoGP. Ia dikenal sebagai salah satu pembalap paling dominan dengan total delapan gelar juara dunia di semua kelas, termasuk tujuh gelar di kelas utama.

Situasi ini tentu menjadi perhatian bagi penggemar MotoGP, terutama di Indonesia, yang selama ini mengikuti perjalanan kariernya. Masa depan Marquez kini bergantung pada proses pemulihan yang masih terus berjalan di tengah ketatnya persaingan musim 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |