Jejak Said Iqbal hingga Jadi Penasihat Presiden Bidang Buruh

6 hours ago 3

Jumali

Jumali Senin, 08 Juni 2026 18:37 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Ketua Umum Partai Buruh, Said Iqbal, resmi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin (8/6/2026).

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan bersamaan dengan pelantikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S. Deyang.

Penunjukan Said Iqbal menjadi perhatian publik karena ia dikenal sebagai salah satu tokoh buruh paling berpengaruh di Indonesia dengan rekam jejak panjang dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Berikut profil Said Iqbal disarikan dari berbagai sumber: 

Said Iqbal lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968. Aktivis buruh berusia 57 tahun itu menempuh pendidikan di Politeknik Universitas Indonesia sebelum melanjutkan studi pascasarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Selain menjabat Ketua Umum Partai Buruh, ia juga dikenal sebagai Ketua Majelis Nasional Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia.

Aktif Membela Buruh Sejak 1992

Perjalanan Said Iqbal sebagai aktivis buruh dimulai pada 1992 ketika ia terlibat dalam berbagai aksi memperjuangkan hak pekerja di kawasan industri Kabupaten Bekasi.

Setelah era reformasi membuka kebebasan pembentukan serikat pekerja, Said Iqbal bersama sejumlah aktivis buruh mendirikan FSPMI yang kemudian berkembang menjadi salah satu organisasi pekerja terbesar di Indonesia.

Sejak saat itu, namanya kerap berada di garis depan berbagai aksi dan advokasi terkait upah, jaminan sosial, hubungan industrial, hingga perlindungan pekerja.

Raih Penghargaan Internasional

Pada 2013, Said Iqbal memperoleh penghargaan internasional The Febe Elisabeth Velasquez Award dari organisasi serikat pekerja Belanda, FNV.

Penghargaan tersebut diberikan kepada aktivis yang dinilai berjasa dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di negaranya masing-masing.

Gerakan Hapus Outsourcing

Salah satu momentum penting dalam perjalanan aktivismenya adalah gerakan HOSTUM (Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah) pada 2012-2013.

Gerakan tersebut menjadi salah satu aksi buruh terbesar dalam sejarah Indonesia modern dan berhasil mendorong berbagai perdebatan nasional terkait sistem outsourcing dan kebijakan pengupahan.

Bangkitkan Kembali Partai Buruh

Pada Oktober 2021, Said Iqbal bersama sejumlah tokoh pekerja menghidupkan kembali Partai Buruh yang sebelumnya tidak aktif.

Menurut Iqbal, kebangkitan partai tersebut dipicu oleh ketidakpuasan kalangan pekerja terhadap proses pembahasan dan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja.

Ia menilai perjuangan buruh perlu diperkuat melalui jalur politik dan parlemen, tidak hanya melalui demonstrasi maupun aksi jalanan.

Pilih Berjuang dari Dalam Pemerintahan

Sebelum dilantik, Said Iqbal menyatakan keinginannya untuk memperjuangkan aspirasi pekerja dari dalam pemerintahan.

Melalui posisi sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, ia berharap dapat berkontribusi lebih langsung dalam perumusan kebijakan yang berkaitan dengan dunia kerja dan kesejahteraan pekerja.

Penunjukan Said Iqbal juga dinilai sebagai sinyal upaya pemerintah untuk memperkuat komunikasi dengan kelompok buruh serta menjembatani berbagai aspirasi ketenagakerjaan di tingkat nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |