
, tim dosen Fakultas Vokasi Universitas Sanata Dharma (USD) menginisiasi program intervensi teknologi tepat guna bertajuk “Adaptasi Teknologi Irigasi Tetes dan Fertigasi untuk Peningkatan Produktivitas Cabai di Lahan Kering pada Kelompok Taruna Tani Jaka Berek.”/ Ist
Irigasi Tetes dan Fertigasi Tingkatkan Produktivitas Cabai di Lahan Kering Gunungkidul
GUNUNGKIDUL— Lahan kering dengan karakteristik tanah berkapur dan curah hujan rendah yang menjadi ciri sebagian wilayah Gunungkidul selama ini membuat petani rentan terhadap penurunan produktivitas. Komoditas unggulan seperti cabai keriting rata-rata hanya menghasilkan 12,6 ton per hektare, masih di bawah potensi genetik varietas yang dapat mencapai 20 ton per hektare.
Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi inefisiensi sistem budidaya konvensional, terutama dalam pengelolaan air dan pemupukan. Penyiraman manual menggunakan metode kocor atau embor dapat menyebabkan kehilangan air hingga 40–60 persen akibat evaporasi dan perkolasi. Sementara itu, pemupukan dengan cara ditabur secara merata (broadcasting) berpotensi membuat 30–50 persen unsur hara hilang akibat tercuci air hujan.
Menjawab tantangan tersebut, tim dosen Fakultas Vokasi Universitas Sanata Dharma (USD) menginisiasi program intervensi teknologi tepat guna bertajuk “Adaptasi Teknologi Irigasi Tetes dan Fertigasi untuk Peningkatan Produktivitas Cabai di Lahan Kering pada Kelompok Taruna Tani Jaka Berek.”
Program tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Tahun Anggaran 2026.

Melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), program ini menghadirkan kolaborasi multidisiplin yang melibatkan bidang teknik mekatronika, teknologi elektromedis, dan agronomi.
Ketua tim pengabdian, Ir. Agus Siswoyo, S.T., M.T., menjelaskan solusi yang ditawarkan berupa penerapan sistem irigasi presisi yang terintegrasi dengan fertigasi pada lahan demonstrasi (demplot) seluas 2.500 meter persegi.
Sistem tersebut dirancang secara modular dengan komponen utama berupa tangki penampung air, filter 120 mesh untuk mencegah penyumbatan, regulator tekanan, jaringan pipa utama dan lateral, serta emitter atau dripper dengan debit 2 liter per jam.
Keunggulan sistem ini terletak pada unit fertigasi yang dilengkapi venturi injector. Teknologi tersebut memungkinkan pemberian larutan pupuk cair secara proporsional dan langsung menuju zona perakaran tanaman.
“Teknologi ini bukan sekadar mengganti selang, tetapi mengubah logika budidaya dari spekulatif menjadi presisi. Dengan air yang sampai ke akar dan pupuk yang terukur, kami menargetkan efisiensi pemakaian air meningkat minimal 40 persen serta efisiensi penyerapan pupuk naik hingga 30 persen,” ujar Agus saat ditemui di lokasi mitra, Gading V, Playen, baru-baru ini.
Pelaksanaan program menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), dengan melibatkan 20 petani muda atau Taruna Tani sebagai subjek utama perubahan. Tahapan kegiatan dimulai dari sosialisasi, pelatihan teknis selama empat hari dengan metode learning by doing, hingga instalasi sistem secara partisipatif.
Setelah sistem terpasang, tim pendamping melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan proses kalibrasi, penjadwalan irigasi berbasis evapotranspirasi, serta pemeliharaan sistem berjalan sesuai standar.
Untuk menjamin keberlanjutan program setelah masa pendanaan berakhir, tim pengabdi memfasilitasi pembentukan Tim Teknis Irigasi internal yang terdiri atas tiga hingga lima anggota kelompok. Mereka dibekali kemampuan troubleshooting dan perawatan rutin.
Selain itu, tim juga menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk instalasi, pengoperasian, dan perawatan sistem. Model pembiayaan bersama melalui iuran kelompok turut dirancang untuk menutupi biaya penggantian komponen apabila diperlukan pada masa mendatang.
Secara kuantitatif, program ini menargetkan peningkatan produktivitas cabai sebesar 25 persen, dari rata-rata 12,6 ton menjadi sekitar 18–20 ton per hektare. Dari sisi kapasitas sumber daya manusia, seluruh peserta pelatihan ditargetkan mengalami peningkatan pemahaman minimal 70 persen yang diukur melalui pre-test dan post-test.
Program ini juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 atau Tanpa Kelaparan yang berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian dan pendapatan produsen pangan skala kecil.
Lebih dari itu, keberhasilan demplot diharapkan menjadi model percontohan yang dapat direplikasi oleh kelompok tani lain di kawasan Pegunungan Seribu. Dengan demikian, penerapan teknologi irigasi presisi dan fertigasi diharapkan dapat mendorong transformasi pertanian lahan kering yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
“Ini adalah bukti nyata bahwa peran perguruan tinggi tidak berhenti di ruang kuliah. Kami turun langsung membangun dari desa, memberdayakan petani muda dengan teknologi yang selama ini mungkin terasa sulit dijangkau. Harapannya, ketika program ini selesai, mereka tidak hanya mampu mengoperasikan alat, tetapi juga menjadi agen perubahan bagi komunitasnya,” pungkas Agus.(Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.




































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558829/original/015961100_1776485350-IMG_20260418_120558_524.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399789/original/029438800_1762005007-Dewa_United_vs_Shan_United-8.jpg)