Dua PSN Segera Selesai, DPRD Minta Bantul Siapkan Peta Investasi

4 hours ago 1

Harianjogja.com, BANTUL— DPRD Kabupaten Bantul meminta Pemerintah Kabupaten Bantul segera menuntaskan kajian potensi investasi sebagai langkah menyiapkan pengembangan wilayah menjelang rampungnya dua proyek strategis nasional (PSN) yang berada di daerah tersebut. Kajian itu dinilai penting agar kehadiran infrastruktur baru tidak hanya menjadi sarana konektivitas, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam waktu dekat, dua proyek strategis nasional di Kabupaten Bantul dijadwalkan selesai dikerjakan. Kedua proyek tersebut adalah pembangunan Jalan Kelok 23 ruas Kretek-Girijati di kawasan selatan serta pembangunan jalan bebas hambatan Jogja-YIA di sisi barat wilayah Bumi Projotamansari.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantul, Agung Laksmono, menilai pemerintah daerah perlu segera menyiapkan langkah lanjutan untuk memanfaatkan peluang yang muncul dari pembangunan infrastruktur tersebut.

Menurutnya, kawasan yang berada di sekitar proyek maupun wilayah penyangga harus ikut merasakan manfaat ekonomi yang ditimbulkan setelah kedua proyek itu beroperasi.

"Saya kira Bantul tetap menginginkan adanya pengembangan kawasan. Tentunya kami mau ketika ada pembangunan di daerah tersebut, tentu akan menimbulkan efek pengganda di sana," ujar Agung Laksmono, Kamis (20/8/2026).

Infrastruktur Baru Diharapkan Dorong Pertumbuhan Pariwisata

Agung menyebut sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang berpotensi memperoleh manfaat besar dari peningkatan aksesibilitas di Kabupaten Bantul.

Menurut dia, kawasan selatan Bantul selama ini telah memiliki berbagai potensi wisata yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Kehadiran infrastruktur baru dinilai dapat memperkuat daya tarik kawasan tersebut jika dibarengi dengan peningkatan kualitas pendukung lainnya.

"Tentunya dengan adanya pembangunan infrastruktur ini akan memacu perbaikan kondisi wilayah, bisa menunjang pariwisata, dan tentunya harapannya bisa menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakat," katanya.

Ia menilai pembangunan jalan baru dapat mempercepat mobilitas masyarakat maupun wisatawan menuju berbagai destinasi di Kabupaten Bantul. Karena itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan strategi yang mampu menghubungkan pembangunan infrastruktur dengan pengembangan ekonomi lokal.

Kajian Investasi Tidak Hanya Fokus Kawasan Selatan

Meski proyek strategis nasional yang sedang dikerjakan berada di wilayah selatan dan barat Bantul, Agung menilai kajian investasi sebaiknya tidak terbatas pada kawasan tersebut.

Menurut dia, seluruh wilayah di Kabupaten Bantul perlu dipetakan berdasarkan potensi investasi yang dimiliki. Hasil kajian itu nantinya dapat menjadi bahan promosi daerah kepada investor yang ingin menanamkan modal.

Dengan adanya pemetaan yang jelas, pemerintah daerah akan memiliki dasar yang lebih kuat dalam menawarkan peluang investasi kepada berbagai pihak.

"Pemkab bisa membedah wilayah-wilayah yang ada di Kabupaten Bantul ini kaitannya dengan potensi investasi, yang kemudian bisa ditawarkan kepada investor yang ada di manapun itu, sehingga mereka bisa memberikan dampak ekonomi," ungkapnya.

Pariwisata Berbasis Masyarakat Jadi Harapan

Selain mendorong investasi, Agung menekankan pentingnya pengembangan sektor pariwisata yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Ia berharap konsep Community Based Tourism atau pariwisata berbasis masyarakat menjadi landasan dalam pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Bantul.

Melalui pendekatan tersebut, manfaat ekonomi yang dihasilkan sektor pariwisata tidak hanya dinikmati pelaku usaha besar, tetapi juga dapat dirasakan masyarakat di tingkat akar rumput.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar pembangunan kawasan dapat memberikan dampak yang lebih merata.

Bantul Diminta Tidak Kehilangan Momentum

Agung menilai keberadaan dua proyek strategis nasional merupakan peluang yang perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah.

Ia mengingatkan bahwa persaingan antardaerah dalam menarik investasi dan mengembangkan sektor pariwisata semakin ketat. Karena itu, Bantul perlu bergerak cepat agar tidak tertinggal dari wilayah lain yang juga sedang mengembangkan potensi ekonominya.

"Tentunya ini memang harus menjadi komitmen yang kuat dari pemerintah daerah. Apalagi kita bersaing dengan kawasan lain di daerah sekitarnya. Itu kan nanti kalau kita tidak menangkap peluang, maka pariwisata kita bisa tertinggal," pungkasnya.

Rampungnya pembangunan Jalan Kelok 23 ruas Kretek-Girijati dan jalan bebas hambatan Jogja-YIA diharapkan menjadi momentum bagi Kabupaten Bantul untuk memperkuat daya saing wilayah sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |