IG Persiba Bantul Diretas, Suporter Diimbau Abaikan Giveaway Emas

9 hours ago 2

IG Persiba Bantul Diretas, Suporter Diimbau Abaikan Giveaway Emas

Logo Persiba Bantul / twitter-@Persiba

Harianjogja.com, BANTUL—Akun Instagram resmi Persiba Bantul, @persibabantulofficial, diduga diretas sejak Kamis (16/7/2026) malam. Masyarakat dan suporter Persiba diimbau tidak mengklik tautan maupun mengikuti instruksi yang dibagikan melalui akun tersebut karena muncul sejumlah promosi tebus emas dan telepon pintar murah yang diduga merupakan modus penipuan.

Hingga Jumat (17/7/2026) siang, akun tersebut masih mengunggah konten promosi yang mengatasnamakan perayaan hari jadi Laskar Sultan Agung. Situasi ini juga memunculkan dugaan adanya pengikut akun yang menjadi korban setelah mempercayai informasi yang dibagikan melalui media sosial resmi klub tersebut.

Berdasarkan pantauan, sedikitnya terdapat enam unggahan yang berisi ajakan mengikuti program tebus emas dan telepon pintar murah dengan harga tertentu. Program tersebut diklaim sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Persiba Bantul.

Tidak hanya melalui unggahan di linimasa, akun yang diretas itu juga memuat sejumlah Instagram Story yang berisi ajakan serupa. Bahkan, terdapat tautan melalui Linktree yang mengarahkan pengikut akun menuju akun Telegram yang mengatasnamakan Persiba Bantul.

Informasi yang dihimpun menyebutkan sejumlah pengikut akun maupun pendukung Persiba Bantul diduga menjadi korban setelah mempercayai unggahan yang muncul di akun resmi klub tersebut. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti jumlah korban maupun besaran kerugian yang dialami.

Manajer Persiba Bantul, Endro Bawono, mengaku baru menerima informasi terkait dugaan peretasan dari tim media pada Jumat (17/7/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Sejak saat itu, pengelola tidak lagi dapat mengendalikan akun Instagram resmi klub.

"Semalam saya baru dikasih tahu dari tim media kalau Instagram Persiba di-hack oleh orang yang tidak bertanggung jawab," kata Endro, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, tim media telah berupaya melakukan pemulihan akun. Namun, hingga kini proses tersebut masih terkendala karena pelaku dinilai cukup piawai dalam mengambil alih akses akun.

"Kami langsung minta tim media melakukan pemulihan. Tetapi informasi terakhir, pelakunya cukup jago sehingga sampai sekarang akun belum bisa kembali normal," ujarnya.

Manajemen Persiba Bantul pun meminta seluruh pendukung Laskar Sultan Agung dan masyarakat lebih berhati-hati terhadap setiap unggahan yang muncul dari akun tersebut selama proses pemulihan berlangsung.

"Kami mengimbau teman-teman semua agar tidak merespons unggahan atau tautan itu. Itu tidak benar. Persiba tidak pernah mengadakan program giveaway seperti yang beredar," tegasnya.

Terkait informasi adanya pengikut akun yang diduga menjadi korban penipuan, Endro menyebut hingga saat ini manajemen belum menerima laporan resmi dari masyarakat.

"Sampai sekarang kami belum tahu apakah ada yang menjadi korban. Di sekretariat juga belum ada laporan terkait hal itu," katanya.

Sebagai langkah hukum, Persiba Bantul telah melaporkan kasus dugaan peretasan tersebut kepada Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Saat ini, fokus utama manajemen masih tertuju pada upaya mengembalikan akses akun media sosial resmi klub.

Endro menjelaskan pengelolaan akun Instagram Persiba Bantul sebelumnya dilakukan oleh pihak ketiga. Selain itu, akses surat elektronik dan sejumlah data pendukung akun masih menggunakan kepemilikan pengelola lama sehingga proses pemulihan membutuhkan waktu lebih panjang.

"Kami sudah melapor ke Cyber Polri. Sekarang fokus kami adalah pemulihan akun terlebih dahulu. Soal langkah lanjutan, termasuk jika nanti ada laporan korban, akan kami bahas setelah bertemu dengan tim media," ucapnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang dibagikan melalui media sosial, termasuk akun resmi sebuah lembaga atau organisasi. Apabila menemukan unggahan yang menawarkan hadiah, promosi dengan harga tidak wajar, maupun meminta data pribadi dan transfer dana, masyarakat diimbau memastikan kebenaran informasi melalui saluran komunikasi resmi lainnya sebelum mengambil tindakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |