Heboh Ojol dan Customer di Jogja Ribut, Ternyata Ini Faktanya

5 hours ago 4

Heboh Ojol dan Customer di Jogja Ribut, Ternyata Ini Faktanya

Ojek online - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Keributan antara driver ojek online (ojol) dan seorang pelanggan di wilayah Sidokabul, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja, viral di media sosial. Insiden yang terjadi pada Selasa (23/6/2026) malam itu dipicu kesalahpahaman terkait pesanan makanan yang tidak lengkap.

Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian, mengungkapkan bahwa permasalahan bermula saat seorang customer memesan tiga item makanan melalui aplikasi ojek online. Namun, saat pesanan diantar, hanya dua item yang diterima, sehingga memicu protes.

“Jadi ini ada miskomunikasi antara si customer, restoran, sama ojol. Memang dari keterangan dari customer, dia memesan makanan itu sebanyak tiga, namun yang diantarkan oleh ojol itu cuma dua, sehingga akhirnya muncul keributan,” ujar Riski, Rabu (24/6/2026).

Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa kekurangan pesanan tersebut bukan kesalahan driver, melainkan terjadi di pihak restoran yang kurang teliti dalam menyiapkan order. Pihak restoran pun telah mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan.

“Rupanya memang ada miskomunikasi dari pihak restoran. Karena pihak restoran juga minta maaf, bahwa memang benar si customer itu mesannya tiga, dan yang diberikan kepada ojol itu cuma dua,” jelasnya.

Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, menambahkan bahwa driver sempat kembali ke restoran untuk mengambil kekurangan pesanan. Namun, dalam proses tersebut terjadi komunikasi yang kurang baik antara customer dan driver melalui pesan pribadi, sehingga memperkeruh suasana.

Kesalahpahaman tersebut akhirnya memicu pertemuan langsung antara pihak terkait. Situasi sempat memanas, terlebih setelah video kejadian tersebut tersebar luas di media sosial dan menarik perhatian publik.

“Iya, karena sempat di-upload ke medsos. Dan memang ada beberapa ojol datang ke Polres, namun dalam penyelesaian kami hanya melibatkan antara pihak saja,” kata Riski.

Polisi kemudian memfasilitasi mediasi dengan mempertemukan customer, driver ojol, dan pihak restoran di Polresta Jogja. Dalam pertemuan tersebut, semua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai tanpa melanjutkan ke proses hukum.

“Alhamdulillah tadi malam semua pihak mengakui kesalahannya masing-masing dan mereka bersedia dengan kesadaran menyelesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.

Dengan tercapainya kesepakatan damai, kasus ini resmi diselesaikan tanpa proses hukum lanjutan. Polisi juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam berkomunikasi, terutama dalam situasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |