DIY Bidik Pertumbuhan Ekonomi Hingga 6,7 Persen pada 2027

2 hours ago 1

DIY Bidik Pertumbuhan Ekonomi Hingga 6,7 Persen pada 2027

Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menargetkan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,9 hingga 6,7 persen pada 2027. Sasaran tersebut menjadi salah satu indikator utama yang ingin dicapai melalui kebijakan pembangunan dan penganggaran daerah pada tahun terakhir pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DIY 2022-2027.

Target tersebut tertuang dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD DIY Tahun Anggaran 2027 yang disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Rapat Paripurna DPRD DIY, Jumat (10/7/2026).

Pada tahun depan, Pemda DIY mengusung tema pembangunan "Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan untuk Perwujudan Pancamulia". Melalui tema tersebut, pemerintah daerah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat.

Fokus pembangunan diarahkan pada penguatan sektor-sektor unggulan, penciptaan lapangan kerja, pemerataan hasil pembangunan, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, aspek sosial, dan kelestarian lingkungan.

Sri Sultan menjelaskan, selain menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, pemerintah daerah juga berupaya menjaga stabilitas harga dan mempercepat penurunan angka kemiskinan.

"Tema pembangunan tersebut juga memperhatikan gambaran kondisi ekonomi tahun 2027 dengan target pertumbuhan ekonomi berkisar antara 5,9 hingga 6,7 persen, tingkat inflasi sebesar 2 hingga 3 persen, serta angka kemiskinan pada kisaran 8,5 hingga 9,5 persen," kata Sri Sultan.

Menurutnya, target tersebut telah diselaraskan dengan arah pembangunan nasional setelah melalui pembahasan bersama pemerintah pusat. Karena itu, kebijakan fiskal yang disusun pemerintah daerah diharapkan mampu mendukung pencapaian berbagai indikator pembangunan tersebut.

Dari sisi pendapatan, Pemda DIY memproyeksikan pendapatan daerah pada 2027 mencapai sekitar Rp4,8 triliun. Sumber pendapatan tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), transfer dari pemerintah pusat, serta sumber pendapatan sah lainnya.

Pemerintah juga menempatkan penguatan kemandirian fiskal sebagai salah satu prioritas utama. Upaya yang dilakukan antara lain melalui optimalisasi PAD, perluasan basis pajak dan retribusi daerah, serta peningkatan tata kelola pendapatan yang transparan dan akuntabel.

Sementara itu, belanja daerah pada 2027 direncanakan mencapai sekitar Rp4,93 triliun. Anggaran tersebut akan difokuskan untuk mendukung berbagai program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Prioritas penggunaan anggaran meliputi pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sektor ekonomi unggulan, peningkatan layanan publik, serta pemenuhan berbagai belanja wajib sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Pemda DIY juga menyiapkan skema pembiayaan daerah guna menjaga keseimbangan fiskal. Penerimaan pembiayaan direncanakan sebesar Rp352,5 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan diproyeksikan mencapai Rp222,12 miliar.

Skema tersebut disusun untuk membantu menutup defisit anggaran sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan saldo lebih anggaran sesuai aturan pengelolaan keuangan daerah.

Sri Sultan menegaskan penyusunan KUA-PPAS 2027 tidak hanya mengacu pada RKPD DIY 2027, tetapi juga diselaraskan dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027. Berbagai dinamika ekonomi global, nasional, dan regional turut menjadi pertimbangan dalam menyusun asumsi makro ekonomi daerah.

"Kami berharap dokumen ini dapat segera dibahas dan memperoleh kesepakatan bersama, sehingga proses penyusunan dan penetapan APBD Tahun Anggaran 2027 dapat berjalan tepat waktu, dan memberikan dampak nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta," ujar Sri Sultan.

Melalui target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, penguatan fiskal daerah, dan fokus pada pengurangan kemiskinan, Pemda DIY berharap pembangunan pada 2027 mampu menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |