Jumali Selasa, 09 Juni 2026 18:47 WIB

Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JOGJA— Piala Dunia menjadi panggung tertinggi sepak bola internasional. Namun, sepanjang sejarah turnamen yang dimulai pada 1930, hanya delapan negara yang berhasil meraih gelar juara dunia. Dari seluruh negara tersebut, Brasil masih menjadi pengoleksi trofi terbanyak dengan lima gelar.
Keberhasilan menjadi juara Piala Dunia merupakan pencapaian yang tidak mudah diraih. Dalam hampir satu abad penyelenggaraan turnamen, dominasi hanya berganti di antara sejumlah negara yang memiliki tradisi kuat dalam sepak bola.
Brasil Paling Sukses
Brasil menjadi negara paling sukses dengan koleksi lima gelar yang diraih pada 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002.
Tim Samba juga mencatat sejarah sebagai satu-satunya negara yang selalu tampil di putaran final Piala Dunia sejak edisi pertama pada 1930. Kesuksesan tersebut lahir berkat deretan pemain legendaris seperti Pelé, Garrincha, Romário, Ronaldo Nazário, hingga Ronaldinho.
Pelé masih memegang rekor sebagai satu-satunya pemain yang pernah menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali.
Jerman dan Italia Tempel Brasil
Di bawah Brasil terdapat Jerman dan Italia yang sama-sama mengoleksi empat gelar.
Jerman meraih trofi pada 1954, 1974, 1990, dan 2014. Gelar pertama mereka lahir lewat kemenangan mengejutkan atas Hungaria pada final 1954 yang dikenal sebagai Miracle of Bern.
Sementara Italia menjadi negara pertama yang mampu mempertahankan gelar juara setelah menjuarai edisi 1934 dan 1938. Mereka kemudian kembali berjaya pada 1982 dan 2006.
Argentina Menambah Koleksi di Qatar
Argentina kini mengoleksi tiga gelar, yakni pada 1978, 1986, dan 2022. Gelar 1986 identik dengan penampilan luar biasa Diego Maradona. Adapun trofi terbaru diraih pada Piala Dunia FIFA 2022 saat Argentina mengalahkan Perancis melalui adu penalti. Kemenangan tersebut sekaligus melengkapi karier gemilang Lionel Messi.
Prancis dan Uruguay Koleksi Dua Gelar
Prancis meraih gelar pada 1998 dan 2018. Keberhasilan pertama diraih saat menjadi tuan rumah dengan generasi emas yang dipimpin Zinedine Zidane.
Sementara Uruguay menjadi juara pada 1930 dan 1950. Gelar kedua dikenang lewat kemenangan dramatis atas Brasil di Stadion Maracana yang dikenal sebagai Maracanazo.
Inggris dan Spanyol
Inggris hingga kini baru sekali menjadi juara dunia, yakni pada 1966 saat menjadi tuan rumah. Adapun Spanyol meraih gelar pertamanya pada 2010 melalui permainan tiki-taka yang mengantarkan kemenangan atas Belanda lewat gol Andrés Iniesta.
| 1 | Brasil | 5 | 1958, 1962, 1970, 1994, 2002 |
| 2 | Jerman | 4 | 1954, 1974, 1990, 2014 |
| 3 | Italia | 4 | 1934, 1938, 1982, 2006 |
| 4 | Argentina | 3 | 1978, 1986, 2022 |
| 5 | Prancis | 2 | 1998, 2018 |
| 6 | Uruguay | 2 | 1930, 1950 |
| 7 | Inggris | 1 | 1966 |
| 8 | Spanyol | 1 | 2010 |
Menanti Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara. Turnamen tersebut membuka peluang lahirnya kejutan baru, meski sejarah menunjukkan dominasi gelar masih berada di tangan negara-negara tradisional sepak bola dunia.
Pertanyaan besarnya, apakah Brasil akan menambah koleksi gelarnya? Ataukah Argentina, Perancis, Jerman, dan Italia kembali berjaya? Bahkan, bukan tidak mungkin dunia menyaksikan lahirnya juara baru untuk pertama kalinya sejak Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































