Bupati Muara Enim Edison Terjaring OTT KPK, Ini Profil dan Rekam Jejak

4 hours ago 1

Jumali

Jumali Senin, 08 Juni 2026 21:07 WIB

Bupati Muara Enim Edison Terjaring OTT KPK, Ini Profil dan Rekam Jejak

Bupati Muara Enim, Edison/ Instagram: humaspimpinan_muaraenim

Harianjogja.com, JOGJA—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang turut mengamankan Bupati Muara Enim, Edison. Penangkapan tersebut menyita perhatian publik karena Edison merupakan kepala daerah yang baru menjabat untuk periode 2025-2030 setelah memenangkan Pilkada 2024.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya operasi tangkap tangan tersebut. “Benar,” ujar Fitroh, dikutip dari Antara, Senin (8/6/2026).

Hingga kini, KPK belum mengungkap secara rinci perkara yang menjadi dasar pelaksanaan OTT tersebut. Lembaga antirasuah itu juga belum membeberkan jumlah pihak yang diamankan maupun nilai uang yang disita dalam operasi tersebut.

Tim KPK dilaporkan masih melakukan rangkaian kegiatan di lokasi. Selanjutnya, Edison akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sesuai ketentuan yang berlaku, KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam OTT.

Profil Bupati Muara Enim Edison

Edison lahir di Muara Enim pada 6 Maret 1968. Sebelum terjun ke dunia politik, ia berkarier sebagai aparatur sipil negara (ASN) dengan pengalaman panjang di bidang pertanahan, agraria, dan tata ruang.

Karier birokrasinya dimulai pada 1995 sebagai staf di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatra Selatan. Selama berkarier di lingkungan BPN, ia pernah menjabat sebagai Kepala Kantor BPN di sejumlah daerah, antara lain Palembang, Prabumulih, Musi Rawas, hingga Medan.

Sebelum memasuki dunia politik, jabatan terakhir yang diembannya adalah Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan pada Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatra Selatan.

Atas pengabdiannya sebagai ASN, Edison menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya pada 2010 dan 2017.

Dari sisi pendidikan, Edison menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Banuayu, Kabupaten Muara Enim. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 1 Lubuklinggau dan SMA Negeri Lubuklinggau.

Setelah lulus sekolah menengah, Edison menempuh pendidikan sarjana di Universitas Sumatera Utara. Ia kemudian melanjutkan studi magister di Universitas Sriwijaya.

Menang Pilkada 2024

Usai mengakhiri karier birokrasi, Edison bergabung dengan Partai NasDem dan maju dalam Pilkada Muara Enim 2024 berpasangan dengan Sumarni yang diusung oleh PDI Perjuangan.

Pasangan nomor urut 2 tersebut memenangkan kontestasi dengan raihan 113.698 suara atau 38,64% suara sah berdasarkan hasil rekapitulasi KPU.

Mereka unggul atas tiga pasangan calon lainnya dan meraih kemenangan di Kecamatan Muara Enim dengan perolehan 14.705 suara. Selain itu, pasangan tersebut juga menang di 12 kecamatan lainnya.

Edison kemudian dilantik sebagai Bupati Muara Enim periode 2025-2030 oleh Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Negara, Jakarta.

Harta Kekayaan Rp16 Miliar

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Edison tercatat mencapai Rp16,03 miliar.

Rinciannya meliputi tanah dan bangunan senilai Rp14,18 miliar, kendaraan Rp505 juta, harta bergerak lainnya Rp705 juta, kas dan setara kas Rp140 juta, serta harta lainnya Rp500 juta.

Dalam laporan tersebut, Edison tidak tercatat memiliki utang sehingga total kekayaan bersihnya tetap sebesar Rp16,03 miliar.

Publik kini menunggu perkembangan hasil pemeriksaan KPK untuk mengetahui apakah Edison akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak dalam perkara yang sedang ditangani lembaga antirasuah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |