Bandara Adisutjipto Mau Aktif Lagi untuk Jet? Ini Jawaban Resminya

7 hours ago 4

Bandara Adisutjipto Mau Aktif Lagi untuk Jet? Ini Jawaban Resminya

Foto ilustrasi radar pesawat. - Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN — Wacana reaktivasi penerbangan pesawat jet di Bandara Adisutjipto kembali mengemuka. Namun hingga kini, pengelola bandara masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah sebelum mengambil langkah lebih jauh.

General Manager Bandara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Soekadi, menegaskan operasional bandara saat ini tetap berjalan normal namun terbatas. Penerbangan yang dilayani masih didominasi pesawat baling-baling (propeler) untuk rute domestik.

Menurutnya, setiap perubahan kebijakan, termasuk kemungkinan mengaktifkan kembali pesawat jet, sepenuhnya berada di tangan regulator. Sebagai operator, pihak bandara akan mengikuti arahan pemerintah sekaligus menyiapkan langkah teknis yang diperlukan.

“Jika ada kebijakan resmi untuk mengaktifkan kembali pesawat jet, kami akan melakukan kajian menyeluruh sebelum implementasi,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Kajian tersebut, lanjutnya, tidak dilakukan secara sederhana. Pengelola akan mempertimbangkan berbagai aspek strategis mulai dari kapasitas landasan dan terminal, standar keselamatan serta keamanan penerbangan, hingga kualitas pelayanan dan kenyamanan penumpang.

Selain itu, konektivitas antar moda transportasi juga menjadi perhatian penting. Integrasi akses menuju bandara dinilai krusial untuk mendukung kelancaran mobilitas penumpang jika trafik penerbangan meningkat.

Tak hanya itu, skenario operasional juga akan disesuaikan dengan kebijakan penataan rute dan slot penerbangan dari pemerintah. Hal ini penting agar tidak terjadi tumpang tindih dengan operasional bandara lain di wilayah DIY dan sekitarnya.

Di sisi lain, wacana reaktivasi ini mendapat respons positif dari sektor pariwisata. Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, menilai langkah tersebut berpotensi besar mendongkrak kunjungan wisatawan, khususnya dari segmen menengah ke atas.

Menurutnya, peningkatan konektivitas udara akan membuka peluang pengembangan konsep quality tourism, yang tidak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga kualitas pengalaman dan nilai ekonomi yang dihasilkan.

“Sleman punya potensi besar, terutama di sektor gastronomi dan wellness berbasis budaya dan kearifan lokal,” jelasnya.

Pengembangan sektor ini, kata Kus, saat ini tengah digarap melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Selain penguatan konsep wisata, Pemkab Sleman juga mulai menggandeng pelaku industri event untuk menyiapkan agenda berskala nasional hingga internasional pada 2027. Harapannya, jika konektivitas penerbangan semakin baik, maka dampak ekonomi yang dirasakan tidak hanya pada sektor pariwisata, tetapi juga merambah ke pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Dengan berbagai potensi tersebut, reaktivasi Bandara Adisutjipto dinilai bisa menjadi momentum strategis untuk mengangkat daya saing pariwisata Sleman dan Jogja secara keseluruhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |