3 Film Indonesia Borong Penghargaan Golden FEMI 2026 Bulgaria

4 hours ago 2

Harianjogja.com, JAKARTA—Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sineas Indonesia di kancah internasional. Tiga film Tanah Air berhasil meraih penghargaan dalam ajang Golden FEMI Film Festival 2026 yang digelar di Sofia, Bulgaria. Capaian ini menjadi bukti bahwa karya perfilman Indonesia semakin mendapat tempat di mata dunia.

Duta Besar RI untuk Bulgaria, Listiana Operananta, menyebut film sebagai medium penting dalam menjembatani pemahaman lintas budaya. Menurutnya, kekuatan cerita yang mengangkat nilai kemanusiaan dan budaya menjadi daya tarik utama bagi penonton global.

“Film mampu menghadirkan kisah yang universal, sehingga bisa dipahami oleh siapa saja tanpa batas geografis,” ujarnya, Selasa (9/6/2026)

Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah film panjang Solata garapan Ichwan Persada. Film ini berhasil meraih penghargaan khusus bertajuk Special Award for Cinema from the Emerald of the Equator: Cultural Contribution and Humanism. Penghargaan tersebut diberikan atas kekuatan narasi yang dinilai mampu mengangkat nilai budaya Indonesia dengan sentuhan humanisme yang kuat.

Tak hanya itu, dua film lainnya juga turut mengharumkan nama Indonesia. Film dokumenter DJUM karya Ahmad Brilian Maulana Vitjayanto serta film pelajar Dolanan Nusantara besutan Dimas Surya Pratama berhasil meraih penghargaan di kategori masing-masing.

Penghargaan untuk Solata diterima langsung oleh Ichwan Persada di Sofia. Sementara itu, penghargaan untuk dua film lainnya diwakili oleh Dubes RI karena para sineas berhalangan hadir dalam acara penganugerahan yang berlangsung pada 6 Juni 2026.

Keberhasilan ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Bulgaria. Momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama budaya sekaligus membuka peluang lebih luas bagi industri kreatif Indonesia untuk menembus pasar global.

Festival Golden FEMI sendiri berlangsung di bawah patronase Wakil Presiden Bulgaria, Iliana Iotova, dan dihadiri pelaku industri film dari berbagai negara. Sejumlah perwakilan diplomatik dari negara sahabat seperti Armenia, Lebanon, Mongolia, Maroko, Polandia, hingga Argentina turut hadir dalam ajang tersebut.

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa perfilman Indonesia memiliki daya saing tinggi. Dengan cerita yang berakar pada budaya lokal namun memiliki pesan universal, film Indonesia dinilai mampu menjangkau audiens global dan memperkuat diplomasi budaya di tingkat internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |