Wellness Tourism, Wisatawan Mulai Cari Pengalaman Bermakna

4 hours ago 2

Wellness Tourism, Wisatawan Mulai Cari Pengalaman Bermakna

Para narasumber memaparkan materinya dalam seminar The Mindful Traveler: Mengupas Pergeseran Perilaku Wisatawan dalam Tren Wellness Tourism yang digelar Stipram Yogyakarta, Kamis (25/6). /Harian Jogja-Yosef Leon.

BANTUL—Pergeseran perilaku wisatawan global dari sekadar berburu destinasi menuju pencarian pengalaman yang lebih bermakna dibahas dalam Stipram Creative Venture Fest 2026. Fenomena tersebut dikupas dalam seminar nasional bertajuk The Mindful Traveler: Mengupas Pergeseran Perilaku Wisatawan dalam Tren Wellness Tourism yang digelar Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) Yogyakarta, Kamis (25/6).

Tak hanya seminar, pada gelaran hari kedua Stipram Creative Venture Fest 2026, Jumat (26/6), juga akan digelar sejumlah acara. Di antaranya Lomba Making Bed (Crafting Visual Comfort), Lomba Plating (Jajanan Pasar Fine Dining), Tournament E-Sport Mobile Legends, serta expo sejak pagi sampai sore hari yang menampilkan produk yang dijual oleh mahasiswa. Sementara pada malam harinya digelar Awarding & Closing Ceremony dengan menampilkan Bandito 286 YAOW dan DJ Ay.

Ketua Stipram, Suhendroyono, mengatakan perubahan tren wisata global harus disikapi secara realistis oleh para pelaku dan pengambil kebijakan di sektor pariwisata. Dia mencontohkan Thailand yang mulai mengevaluasi strategi pengembangan wisatanya berdasarkan kebutuhan pasar.

Dia menambahkan aspek keselamatan, kenyamanan, budaya, serta karakter khas daerah harus menjadi bagian penting dalam pengembangan destinasi wisata.

Menurutnya, Indonesia berpotensi besar mengembangkan berbagai model wisata yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan masa kini. Untuk mendukung pengembangan tersebut, Stipram siap memperkuat riset dan kajian pariwisata melalui program pendidikan mulai jenjang sarjana hingga doktoral guna menghasilkan rekomendasi yang relevan bagi pengembangan sektor pariwisata nasional.

Mindful Tourism

Dalam acara yang sama, Sekretaris Dewan Kepariwisataan Berkelanjutan Indonesia, Frans Teguh, mengatakan bahwa tren wisata kebugaran (wellness tourism) saat ini berkembang sangat pesat dan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi sektor pariwisata.

Menurutnya, paradigma wisata kini telah bergeser dari mass tourism menuju mindful tourism yang lebih menekankan kualitas pengalaman serta dampak positif bagi wisatawan maupun destinasi.

Kementerian Pariwisata, kata dia, telah mengarahkan kebijakan pengembangan sektor wisata menuju konsep quality tourism. Dalam pendekatan tersebut, keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga dampak sosial, budaya, dan lingkungan yang ditimbulkan.

Menurut dia, wisatawan saat ini semakin mencari keseimbangan hidup dan pengalaman yang autentik selama berwisata. Karena itu, destinasi dituntut mampu menghadirkan pengalaman yang berkesan dan relevan dengan kebutuhan wisatawan modern.

Sementara dosen Stipram Jogja, Lastiani Warih Wulandari, menyebut transformasi wisata saat ini ditandai dengan perubahan orientasi dari sekadar seeing places menjadi healing experience. Pergeseran tersebut dipengaruhi meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan fisik, mental, emosional, spiritual, dan lingkungan.

“Konsep mindful traveler berfokus pada kualitas pengalaman dengan tujuan akhir berupa kesejahteraan secara holistik.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |