Van Gastel Blak-blakan, Klub Indonesia Rekrut Pemain dari Video Agen

7 hours ago 2

Van Gastel Blak-blakan, Klub Indonesia Rekrut Pemain dari Video Agen

Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel saat ditemui usai sesi latihan di Mandala Krida, Senin (16/3/2026) sore. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA— Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel mengungkap proses perekrutan pemain di klub Indonesia yang dinilainya cukup rumit. Penentuan pemain tidak selalu berdasarkan rekomendasi pelatih, tetapi juga dipengaruhi jaringan, kebutuhan tim, pengetahuan terhadap pemain, hingga informasi dari agen.

Hal tersebut disampaikan Van Gastel ketika menjelaskan proses perekrutan lima pemain asing baru PSIM untuk musim ini. Dari lima pemain tersebut, tidak ada satu pun yang pernah bekerja sama dengannya di klub sebelumnya.

“Tidak ada satu pun dari mereka (yang pernah kerjasama). Prosesnya cukup rumit dan sulit,” kata Van Gastel beberapa waktu lalu.

PSIM Punya 11 Pemain Asing

PSIM Jogja saat ini memiliki total 11 pemain asing. Enam di antaranya merupakan pemain yang dipertahankan dari skuad musim lalu.

Mereka adalah Yusaku Yamadera, Ezequiel “Pulga” Vidal, Jop van der Avert, Franco Ramos, Nermin Haljeta, dan Ze Valente.

Sementara itu, lima pemain asing baru direkrut pada bursa transfer musim ini. Kelimanya adalah bek Republik Ceko Ondrej Rudzan, gelandang Polandia Adrian Purzycki, striker Spanyol Adrian Dalmau, striker Paraguay Mauro Caballero, serta winger Kosta Rika Marvin Loria.

Van Gastel mengatakan proses perekrutan pemain idealnya memiliki sosok teknis yang bertanggung jawab menentukan komposisi skuad. Namun, kondisi di PSIM mengalami perubahan setelah manajer musim lalu, Razzi Taruna, meninggalkan klub.

“Musim lalu ada Razzi sebelum saya datang yang menyusun tim, kemudian Razzi keluar sehingga ada kekosongan dalam organisasi. Ketika orang lain mengambil alih, ini berkaitan dengan relasi, pengetahuan tentang pemain, dan gaya bermain yang kita inginkan,” ujarnya.

Andalkan Jaringan dan Video Agen

Kondisi tersebut membuat proses pencarian pemain PSIM turut mengandalkan jaringan yang dimiliki klub dan agen pemain. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah agen mengirimkan video pemain kepada klub.

Video tersebut kemudian menjadi salah satu bahan awal untuk menilai kemampuan calon pemain sebelum proses perekrutan dilanjutkan.

Namun, Van Gastel mengingatkan bahwa video tidak dapat menjadi satu-satunya dasar untuk menilai kualitas pemain. Menurutnya, video dapat menampilkan sisi terbaik seorang pemain sehingga berpotensi memberikan gambaran yang tidak sepenuhnya sesuai dengan kemampuan sebenarnya.

“Banyak agen mengirimkan video. Kalau Anda merekam saya latihan dua kali lalu dibuatkan video, orang bisa berpikir saya ini Johan Cruyff, jadi sangat sulit menilai pemain hanya dari video,” kata pelatih asal Belanda tersebut.

Karena itu, proses perekrutan pemain menurut Van Gastel membutuhkan pertimbangan yang lebih luas. Selain rekaman pertandingan atau latihan, klub perlu mempertimbangkan kebutuhan tim, karakter pemain, gaya bermain, serta informasi lain yang dapat membantu memastikan pemain tersebut sesuai dengan kebutuhan skuad.

Tak Selalu Rekrut Orang yang Sudah Dikenal

Van Gastel juga menegaskan bahwa pemain atau staf yang direkrut tidak harus merupakan sosok yang sebelumnya sudah dikenalnya.

Hal tersebut terlihat dalam proses perekrutan pelatih kiper PSIM, Mario Capece. Van Gastel mengaku tidak mengenal pelatih kiper asal Italia tersebut sebelum proses pencarian dilakukan.

Mario kemudian dipilih setelah Van Gastel mencari sosok pelatih kiper asing yang dinilai sesuai dengan kebutuhan tim. Setelah melalui proses tersebut, keduanya akhirnya mencapai kesepakatan.

Proses ini menunjukkan bahwa perekrutan di klub sepak bola tidak selalu berjalan berdasarkan hubungan kerja sebelumnya. Jaringan, kebutuhan organisasi, informasi pemain, rekomendasi agen, serta penilaian teknis menjadi bagian dari proses menentukan siapa yang akhirnya bergabung dengan tim.

Bagi PSIM, proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun skuad menghadapi musim baru, terutama setelah klub melakukan perubahan komposisi pemain asing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |