Usai Gagal ke Piala Dunia, Italia Panggil 23 Pemain Muda Tak Dikenal

3 hours ago 2

Jumali

Jumali Selasa, 26 Mei 2026 22:37 WIB

Usai Gagal ke Piala Dunia, Italia Panggil 23 Pemain Muda Tak Dikenal

Logo Badan Sepak Bola Italia, FIGC. - Harian Jogja/Ist

Harianjogja.com, JOGJA—Keputusan ekstrem diambil tim nasional Italia jelang agenda internasional terbaru. Pelatih interim Silvio Baldini melakukan perombakan besar-besaran dengan memanggil mayoritas pemain muda, bahkan hampir seluruhnya berasal dari kelompok usia U-21.

Sportbible melaporkan, langkah ini dilakukan setelah kegagalan Gli Azzurri menembus Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, yang memicu evaluasi menyeluruh di tubuh federasi sepak bola Italia.

Transformasi total setelah kegagalan besar

Italia sebelumnya tersingkir dalam playoff dramatis melawan Bosnia-Herzegovina melalui adu penalti pada Maret lalu. Hasil tersebut bukan hanya menghentikan langkah mereka ke Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, tetapi juga berujung pada pengunduran diri pelatih sebelumnya, Gennaro Gattuso. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kemudian menunjuk Baldini yang juga menangani tim U-21 sebagai pelatih sementara dengan mandat melakukan regenerasi besar.

Dalam keputusan yang mengejutkan publik, Baldini menegaskan hanya akan memanggil pemain muda sebagai bagian dari proyek pembaruan tim nasional. Hasilnya, skuad terbaru Italia memiliki rata-rata usia sekitar 20 tahun lebih, dengan 19 pemain di antaranya belum pernah tampil di level senior internasional.

Donnarumma jadi satu-satunya figur senior

Di tengah dominasi pemain muda, hanya satu nama besar yang tetap dipertahankan, yakni Gianluigi Donnarumma. Kiper berusia 27 tahun itu ditunjuk sebagai kapten sekaligus figur pemimpin di ruang ganti. Dengan pengalaman lebih dari 80 penampilan internasional, Donnarumma menjadi satu-satunya pemain yang lahir sebelum generasi 2000-an dalam skuad tersebut.

Sementara itu, sejumlah pemain muda yang dipanggil antara lain Francesco Camarda, Francesco Pio Esposito, Niccolò Pisilli, hingga Cher Ndour. Banyak di antara mereka berasal dari klub Serie A dan akademi elite Eropa, namun belum memiliki jam terbang di tim utama Italia.

Skuad penuh wajah baru dan minim pengalaman

Total 24 pemain yang dipanggil Baldini didominasi nama-nama debutan. Hanya segelintir yang pernah merasakan atmosfer tim nasional senior. Kondisi ini membuat Italia memasuki fase eksperimen besar, dengan pertandingan melawan Luksemburg dan Yunani dijadikan ajang uji coba generasi baru.

Langkah ini memicu reaksi beragam dari publik. Sebagian menilai keputusan tersebut sebagai keberanian untuk memulai era baru, sementara lainnya menganggapnya terlalu berisiko karena minimnya pengalaman di level internasional. Kritik juga muncul karena banyak penggemar mengaku kesulitan mengenali sebagian besar nama dalam skuad terbaru Gli Azzurri.

Perdebatan publik dan masa depan Italia

Di satu sisi, kebijakan ini dianggap sebagai investasi jangka panjang yang bisa menguntungkan tim U-21 dan mempercepat transisi generasi. Namun di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa Italia justru akan kesulitan bersaing di level internasional dalam jangka pendek.

Meski kontroversial, langkah Baldini menandai salah satu perubahan paling drastis dalam sejarah modern tim nasional Italia. Kini publik menanti apakah eksperimen ini akan melahirkan generasi emas baru atau justru menjadi periode transisi yang penuh risiko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |