Daging Kurban Tak Boleh Lebih dari Dua Jam di Suhu Ruang

3 hours ago 4

Jumali

Jumali Selasa, 26 Mei 2026 21:57 WIB

Daging Kurban Tak Boleh Lebih dari Dua Jam di Suhu Ruang

Foto ilustrasi daging sapi. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat diimbau untuk tidak membiarkan daging kurban terlalu lama berada di suhu ruang setelah pembagian, karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri berbahaya bagi kesehatan, terutama jika dibiarkan lebih dari dua jam.

Para ahli keamanan pangan dari United States Department of Agriculture (USDA) menegaskan bahwa daging mentah hanya aman berada di suhu ruang selama sekitar dua jam. Setelah melewati batas tersebut, bakteri dapat berkembang cepat, terutama pada rentang suhu 4–60 derajat Celcius atau danger zone.

Pada kisaran suhu tersebut, bakteri dapat berkembang biak dengan cepat, bahkan berlipat ganda dalam waktu sekitar 20 menit jika kondisi lingkungan mendukung. Hal ini meningkatkan risiko kontaminasi, khususnya pada proses pembagian daging kurban di ruang terbuka.

Yang perlu diwaspadai, perubahan kualitas daging tidak selalu terlihat secara kasat mata. Dalam beberapa kasus, daging tampak normal meski jumlah bakteri sudah meningkat, sehingga mengandalkan bau atau perubahan warna bukan cara yang akurat untuk menilai keamanan.

Selain itu, semakin lama daging berada di suhu ruang, kualitas tekstur, rasa, dan kandungan gizinya dapat menurun. Risiko ini semakin besar jika pembagian dilakukan di area terbuka dengan potensi paparan debu, peralatan kurang higienis, hingga tangan yang tidak bersih.

Terkait kebiasaan membiarkan daging sebelum dimasak, sejumlah ahli menyebut praktik tersebut tidak memberikan dampak signifikan pada hasil masakan. Perubahan suhu yang terjadi setelah didiamkan sekitar 20 menit hingga satu jam hanya sekitar satu hingga dua derajat.

Sebaliknya, kualitas masakan lebih dipengaruhi oleh teknik pengolahan, seperti pemilihan metode memasak sesuai jenis potongan daging, serta penggunaan termometer makanan untuk memastikan suhu internal sudah aman dikonsumsi.

Setelah menerima daging kurban, masyarakat disarankan segera memisahkannya dalam porsi kecil, lalu menyimpannya dalam wadah tertutup atau kemasan food grade. Penggunaan plastik daur ulang sebaiknya dihindari karena berpotensi menimbulkan risiko kontaminasi.

Untuk penyimpanan jangka pendek, daging dapat disimpan di lemari pendingin pada suhu 0–4 derajat Celcius. Sementara untuk jangka panjang, pembekuan pada suhu sekitar -18 derajat Celcius dapat menjaga kualitas daging hingga beberapa bulan jika dilakukan dengan benar.

Kesalahan yang sering terjadi adalah membiarkan daging terlalu lama di suhu ruang, menyimpan dalam jumlah besar tanpa dibagi porsi, serta membekukan kembali daging yang sudah dicairkan. Kebiasaan ini dapat menurunkan kualitas sekaligus meningkatkan risiko kesehatan.

Dengan penanganan yang tepat, daging kurban tidak hanya tetap aman dikonsumsi, tetapi juga lebih awet dan terjaga nilai gizinya, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh keluarga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |