Sering Makan Jam 10 Malam Ini Dampaknya ke Gula Darah

1 hour ago 1

Harianjogja.com, JOGJA— Kebiasaan makan malam terlalu larut mulai mendapat sorotan serius setelah penelitian terbaru menemukan kaitan kuat antara jadwal makan malam dan lonjakan gula darah saat bangun tidur. Kondisi ini dinilai berisiko bagi orang dewasa yang sudah memiliki gangguan metabolisme awal seperti pradiabetes atau resistensi insulin.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena banyak orang selama ini hanya fokus pada jumlah gula atau karbohidrat yang dikonsumsi, tetapi mengabaikan waktu makan malam yang ternyata ikut memengaruhi kondisi tubuh sepanjang malam.

Penelitian yang dipimpin Diana A. Díaz-Rizzolo dari Universitat Oberta de Catalunya melibatkan 33 orang dewasa yang menggunakan sensor glukosa kontinu untuk memantau perubahan kadar gula darah.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients menunjukkan bahwa lonjakan gula darah setelah makan malam sekitar pukul 22.00 memiliki hubungan kuat dengan kadar glukosa saat bangun pagi keesokan harinya.

Peneliti menemukan lonjakan gula darah pagi hari ternyata tidak hanya dipengaruhi jumlah karbohidrat, tetapi juga bagaimana tubuh merespons makanan sepanjang malam.

Dalam penelitian tersebut, peserta mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah berbeda, mulai dari 6 gram hingga 56 gram. Namun hasilnya menunjukkan dua orang yang makan karbohidrat dengan jumlah sama bisa memiliki kadar gula darah pagi yang berbeda.

Perbedaan itu dipengaruhi respons glikemik pascamakan atau postprandial, yakni bagaimana tubuh memproses gula setelah makan malam.

Bagi masyarakat yang terbiasa makan larut malam karena pekerjaan atau aktivitas lain, kondisi ini dinilai perlu diwaspadai karena dapat memperburuk pengendalian gula darah secara perlahan.

Díaz-Rizzolo menjelaskan jam biologis tubuh memiliki peran besar dalam mengatur metabolisme glukosa saat tidur.

“Jam biologis internal kita dapat memainkan peran kunci dalam metabolisme glukosa semalam dan kadar glukosa puasa,” ujarnya.

Saat tidur, hati tetap melepaskan glukosa untuk memasok energi ke otak dan organ tubuh lainnya. Di sisi lain, insulin bekerja memindahkan glukosa tersebut ke dalam sel tubuh.

Namun jika kadar gula darah tetap tinggi akibat makan terlalu malam, sistem pengaturan tersebut dapat terganggu sehingga sensitivitas insulin menurun.

Penelitian juga menemukan orang dengan resistensi insulin lebih rentan mengalami lonjakan gula darah akibat makan malam larut dibanding mereka yang metabolisme tubuhnya masih sehat.

Temuan ini dinilai penting karena banyak orang berada dalam fase pradiabetes tanpa menyadari kondisinya.

Peneliti menggunakan indeks Matsuda untuk melihat sensitivitas insulin peserta. Hasilnya menunjukkan waktu makan menjadi faktor penting dalam pengendalian gula darah, khususnya pada kelompok usia lanjut dan penderita obesitas.

Selain itu, penggunaan sensor glukosa kontinu disebut membantu memantau perubahan gula darah secara lebih akurat tanpa harus mengganggu waktu tidur peserta penelitian.

Teknologi tersebut kini mulai banyak digunakan untuk membantu penyesuaian pola makan, aktivitas fisik, hingga pengobatan pada penderita diabetes maupun pradiabetes.

“Sensor ini membantu mendeteksi ketidakseimbangan glikemik lebih dini, memungkinkan diet, obat-obatan, dan aktivitas fisik disesuaikan berdasarkan data objektif,” kata Díaz-Rizzolo.

Peneliti menyarankan pendekatan baru dalam menjaga gula darah, bukan hanya mengurangi asupan gula, tetapi juga mengatur waktu makan malam agar lebih awal dan memperhatikan komposisi nutrisi.

Meski penelitian ini masih berskala kecil dan berfokus pada kelompok usia 50 hingga 75 tahun dengan obesitas, hasilnya memperlihatkan hubungan erat antara waktu makan, sensitivitas insulin, dan risiko gangguan metabolisme.

Karena itu, pola makan yang disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing dinilai dapat membantu menekan risiko penyakit kronis di kemudian hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |