Kasus Dosen Diduga Kirim Pesan Cabul di UIN Walisongo Diselidiki

3 hours ago 1

Kasus Dosen Diduga Kirim Pesan Cabul di UIN Walisongo Diselidiki Foto ilustrasi. - Freepik

Harianjogja.com, SEMARANG — Kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa mahasiswi di lingkungan UIN Walisongo Semarang terus menyita perhatian publik. Sorotan semakin tajam setelah dugaan tersebut viral melalui akun Instagram @pesan_uinws yang memuat tangkapan layar percakapan tak pantas dari oknum dosen kepada mahasiswi.

Pihak kampus bergerak cepat dengan membentuk tim investigasi lintas unit guna menelusuri kebenaran kasus tersebut. Fokus utama penanganan saat ini adalah memastikan perlindungan korban sekaligus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi secara komprehensif.

Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo, Kurnia Muhajarah, menegaskan komitmen kampus dalam menangani kasus ini hingga tuntas.

"Kami berkomitmen mendampingi kasus ini hingga akhir. Kami juga telah membentuk tim investigasi yang terdiri dari PSGA, tim Satgas PPKS UIN Walisongo dan juga tim etik dekanat," Ketua PSGA UIN Walisongo Semarang, Kurnia Muhajarah, kepada Espos, Jumat (8/6/2026).

Fokus pada Perlindungan Korban dan Pengumpulan Bukti

Tim investigasi disebut telah mulai bekerja sejak kasus tersebut mencuat di media sosial. Mereka tengah menghimpun berbagai data, termasuk kronologi kejadian, untuk kemudian dirumuskan menjadi laporan resmi yang akan diserahkan kepada pimpinan universitas.

"Saat ini tim sedang bekerja keras untuk menggali informasi dan melakukan investigasi. Ini menjadi langkah awal dalam penindakan terhadap dugaan kasus tersebut," ungkap Kurnia.

Langkah selanjutnya, kampus akan membentuk komite etik sebagai bagian dari mekanisme penanganan internal, sekaligus menentukan rekomendasi sanksi jika terbukti terjadi pelanggaran.

Ketua Satgas PPKS UIN Walisongo, Nur Hasyim, menjelaskan bahwa laporan yang viral di media sosial menjadi titik awal pengusutan, meskipun pihak kampus tidak memiliki akses langsung ke akun pengunggah.

"Karena kami tidak memiliki akses ke @pesan_uinws, pada akhirnya aduan itu menjadi informasi awal untuk melacak kasus ini. Tim investigasi akan membuat kronologi melalui kanal-kanal lain yang bisa dilakukan," imbuh Hasyim.

Ia menambahkan, tim kini fokus mencari saksi serta menguatkan bukti untuk memastikan proses berjalan objektif dan adil bagi semua pihak.

Kampus Tegaskan Prosedur dan Komitmen Penanganan

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Walisongo, Imam Yahya, menegaskan bahwa setiap laporan yang melibatkan sivitas akademika akan diproses sesuai prosedur yang berlaku di lingkungan kampus.

"Prinsipnya kami dari UIN Walisongo, apa pun yang dilaporkan berkaitan dengan warga kami tentu mempunyai prosedur yang harus diselesaikan. Termasuk dugaan pelecehan mahasiswi oleh dosen," tandasnya.

Pihak kampus juga mendorong korban maupun pihak yang mengetahui kejadian serupa untuk berani melapor melalui jalur resmi. Langkah ini dinilai penting agar penanganan kasus bisa dilakukan secara maksimal, transparan, dan memberikan perlindungan menyeluruh bagi korban.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi. Publik kini menanti hasil investigasi yang diharapkan mampu mengungkap fakta sekaligus memberikan keadilan bagi korban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : espos.id

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |