Sebelum Beli EV, Ketahui Dampak Cuaca Ekstrem pada Baterai

5 hours ago 6

Harianjogja.com, JOGJA—Pernah merasa baterai mobil listrik lebih cepat habis saat cuaca terik? Penelitian terbaru dari American Automobile Association atau AAA menunjukkan suhu ekstrem ternyata memang berdampak besar terhadap performa kendaraan listrik maupun hybrid.

Dalam riset yang dirilis awal Maret 2026, suhu panas hingga 35 derajat Celsius terbukti mampu memangkas jarak tempuh mobil listrik hingga 8,5 persen. Sementara cuaca dingin ekstrem menjadi ancaman yang jauh lebih besar dengan penurunan jangkauan mencapai 39 persen.

Penelitian dilakukan menggunakan tiga mobil listrik (EV) dan tiga mobil hybrid di laboratorium bersuhu terkontrol.

Para insinyur menggunakan alat dyno atau treadmill khusus kendaraan untuk menguji performa mobil pada tiga kondisi suhu berbeda, yakni dingin ekstrem minus 6,7 derajat Celsius, suhu normal 23,9 derajat Celsius, dan panas ekstrem 35 derajat Celsius.

Sistem pendingin maupun pemanas kabin diatur tetap nyaman di suhu sekitar 22 derajat Celsius selama pengujian berlangsung.

Hasilnya menunjukkan bahwa pada suhu 35 derajat Celsius, efisiensi mobil listrik turun 10,4 persen dan jarak tempuh berkurang rata-rata 8,5 persen.

Artinya, jika mobil listrik normalnya mampu menempuh 400 kilometer, maka di cuaca panas hanya tersisa sekitar 366 kilometer.

Penurunan tersebut dipicu kerja ekstra sistem pendingin baterai dan penggunaan AC kabin yang lebih intensif.

Meski demikian, hasil riset AAA 2026 menunjukkan peningkatan dibanding penelitian serupa pada 2019.

Kala itu, penurunan jarak tempuh mobil listrik di cuaca panas mencapai 17 persen. Artinya, teknologi manajemen suhu baterai kini semakin efisien.

Menariknya, kendaraan hybrid justru mengalami penurunan efisiensi bahan bakar lebih besar dibanding EV saat cuaca panas.

Pada suhu 35 derajat Celsius, konsumsi bahan bakar hybrid turun hingga 12 persen.

Direktur Teknik dan Penelitian Otomotif AAA, Greg Brannon, mengaku timnya cukup terkejut dengan hasil tersebut.

“Mobil listrik efisien pada suhu sedang tetapi kehilangan jangkauan signifikan dalam cuaca dingin,” ujar Greg Brannon, dikutip dari Carcoops, Rabu (13/5/2026).

Ia menambahkan pengemudi perlu mempertimbangkan iklim, biaya energi, dan pola berkendara sebelum memilih kendaraan elektrifikasi.

Cuaca Dingin Jadi Musuh Terbesar EV

Jika cuaca panas masih bisa ditoleransi, situasi berbeda terjadi saat suhu dingin ekstrem.

Pada suhu minus 6,7 derajat Celsius, efisiensi mobil listrik turun hingga 35,6 persen dengan penurunan jarak tempuh mencapai 39 persen.

Dengan kata lain, mobil yang biasanya bisa melaju 400 kilometer hanya mampu menempuh sekitar 244 kilometer.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pengguna EV di negara empat musim seperti Amerika Serikat dan Eropa.

Sementara mobil hybrid juga terdampak dengan penurunan efisiensi bahan bakar mencapai 22,8 persen.

AAA juga menghitung kenaikan biaya operasional akibat penurunan efisiensi tersebut.

Dalam cuaca dingin, biaya pengisian daya EV untuk jarak sekitar 1.600 kilometer meningkat hingga sekitar US$32 atau setara Rp520 ribuan dibanding kondisi normal.

Sedangkan hybrid membutuhkan tambahan biaya bahan bakar sekitar US$28 atau setara Rp460 ribuan.

Tips Hemat Energi untuk Mobil Listrik dan Hybrid

Agar kendaraan tetap efisien saat cuaca ekstrem, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan pengguna:

  • Parkir di tempat teduh atau garasi tertutup
  • Gunakan fitur pre-conditioning saat mobil masih terhubung charger
  • Hindari akselerasi mendadak dan kecepatan tinggi
  • Gunakan mode Eco
  • Kurangi beban kendaraan dan tutup jendela saat melaju cepat

Bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah tropis, efek suhu panas memang tidak separah negara bermusim dingin.

Namun penurunan jarak tempuh hingga 8,5 persen tetap perlu diperhitungkan, terutama bagi pengguna yang sering bepergian jauh pada siang hari.

Karena itu, calon pembeli mobil listrik maupun hybrid disarankan memperhatikan jarak tempuh riil kendaraan, kebiasaan berkendara, serta ketersediaan stasiun pengisian daya sebelum memutuskan membeli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |