Rem Bermasalah, Harley-Davidson Tarik 17 Ribu Motor di AS

8 hours ago 3

Harianjogja.com, JOGJA—Raksasa otomotif Harley-Davidson secara resmi mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap hampir 17.000 unit sepeda motornya di pasar Amerika Serikat. Kebijakan ini diambil seusai ditemukan adanya potensi kegagalan fatal pada sistem pengereman belakang yang bisa membahayakan nyawa pengendara.

Masalah krusial ini terendus setelah National Highway and Traffic Safety Administration (NHTSA) melakukan investigasi mendalam. Hasilnya, ditemukan adanya cacat desain pada tata letak komponen yang menyebabkan selang rem belakang bersentuhan langsung dengan modul elektronik utama atau Body Control Module (BCM).

Gesekan yang terjadi secara terus-menerus antara material karet selang dan modul tersebut berisiko mengikis lapisan pelindung. Jika dibiarkan, selang rem bisa bocor yang mengakibatkan hilangnya tekanan hidrolik secara tiba-tiba, sehingga rem belakang tidak akan berfungsi saat kendaraan tengah melaju di jalanan.

Daftar Model yang Terdampak

Berdasarkan laporan Visordown, penarikan massal ini menyasar beberapa model populer yang diproduksi dalam rentang waktu tertentu. Pemilik kendaraan diharapkan segera memeriksa seri motor mereka untuk memastikan keamanan berkendara. Berikut adalah jajaran model yang masuk dalam daftar penarikan:

  • Heritage Classic (FLHC)

  • Street Bob (FXBB)

  • Low Rider S (FXLRS)

  • Low Rider ST (FXLRST)

Pihak pabrikan berkomitmen untuk memberikan penanganan secara cuma-cuma alias gratis bagi seluruh unit yang terdampak. Langkah perbaikan meliputi penggantian dudukan BCM serta pemeriksaan menyeluruh pada kondisi selang rem untuk mendeteksi adanya kerusakan lanjutan sebelum terjadi kebocoran fatal.

Langkah Penanganan dan Pemilik di Indonesia

Proses pemberitahuan resmi kepada para pemilik kendaraan dijadwalkan akan dimulai pada pertengahan Mei 2026 mendatang. Meski demikian, Harley-Davidson menyarankan para konsumen setianya untuk lebih proaktif dengan menghubungi layanan pelanggan atau dealer resmi terdekat guna melakukan pengecekan dini tanpa menunggu surat pemberitahuan sampai di rumah.

Hingga saat ini, kebijakan recall tersebut baru diumumkan untuk wilayah Amerika Serikat saja. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai dampak penarikan ini untuk pasar Eropa maupun wilayah lain, termasuk Indonesia. Hal ini disinyalir karena adanya perbedaan spesifikasi produksi dan standar rakitan untuk tiap wilayah distribusi global.

Meskipun belum ada laporan kasus di luar AS, insiden ini menjadi peringatan keras bagi para pecinta moge untuk lebih teliti memperhatikan komponen keselamatan utama pada tunggangan mereka demi mencegah risiko kecelakaan fatal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |