Laga panas semifinal Liga Champions UEFA 2026 menghadirkan hujan gol saat Paris Saint-Germain (PSG) menundukkan Bayern Munchen dengan skor tipis 5-4 di Parc des Princes, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini menjadi bekal penting bagi tuan rumah jelang leg kedua. - Instagram.
Harianjogja.com, PARIS — Laga panas semifinal Liga Champions UEFA 2026 menghadirkan hujan gol saat Paris Saint-Germain (PSG) menundukkan Bayern Munchen dengan skor tipis 5-4 di Parc des Princes, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini menjadi bekal penting bagi tuan rumah jelang leg kedua.
Pertandingan langsung berjalan terbuka sejak awal, dengan Bayern Munchen lebih dulu mencuri keunggulan melalui penalti Harry Kane pada menit ke-17. PSG tak butuh waktu lama untuk merespons, ketika Khvicha Kvaratskhelia menyamakan skor di menit ke-24 sebelum Joao Neves membalikkan keadaan menjadi 2-1 pada menit ke-33.
Jual beli serangan berlanjut hingga jelang turun minum. Michael Olise membuat skor kembali imbang 2-2 pada menit ke-41, namun PSG kembali unggul lewat penalti Ousmane Dembele di masa injury time babak pertama.
Memasuki babak kedua, tim asuhan Luis Enrique langsung tancap gas. Dua gol cepat dari Kvaratskhelia pada menit ke-56 dan gol kedua Dembele di menit ke-58 membuat PSG menjauh dengan keunggulan 5-2.
Meski tertinggal tiga gol, Bayern Munchen menunjukkan karakter kuat. Dayot Upamecano mencetak gol pada menit ke-65, disusul Luis Diaz tiga menit berselang yang memperkecil skor menjadi 5-4.
Berdasarkan statistik akhir, Bayern Munchen sebenarnya unggul penguasaan bola sebesar 54% dan mencatatkan tujuh tembakan tepat sasaran, sedikit lebih banyak dibanding enam milik PSG. Namun efektivitas lini depan PSG serta atmosfer dukungan suporter di Parc des Princes menjadi faktor penentu kemenangan dalam laga berintensitas tinggi ini.
Hasil ini membuat PSG selangkah lebih dekat ke final, meski Bayern Munchen masih berpeluang membalikkan keadaan pada leg kedua yang akan digelar di Allianz Arena pekan depan.
Liga Champions UEFA tetap menjadi kompetisi antarklub paling bergengsi di dunia yang mempertemukan tim-tim elit dari seluruh daratan Eropa untuk memperebutkan trofi "Si Kuping Besar".
Sejak musim 2024/2025, turnamen ini telah bertransformasi dengan mengadopsi format baru yang meningkatkan jumlah peserta dari 32 menjadi 36 tim, serta mengganti fase grup tradisional dengan sistem klasemen tunggal atau fase liga.
Perubahan ini dirancang untuk menciptakan lebih banyak pertandingan krusial di antara klub-klub besar sejak tahap awal, sehingga tensi persaingan tetap terjaga hingga babak gugur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































