Ruas Tol Solo/Yogyakarta/NYIA Kulonprogo. Istimewa / Jasamarga
Harianjogja.com, SLEMAN—Rekayasa lalu lintas buka-tutup lajur mulai diterapkan di Jalan Raya Cangkringan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, seiring proyek drainase Tol Solo–Yogyakarta–NYIA. Kebijakan ini berlangsung 27 April hingga 14 Mei 2026 dan berpotensi memicu kepadatan kendaraan di titik pekerjaan.
Pengaturan arus kendaraan tersebut diumumkan PT Jasamarga Jogja Solo (JJB) melalui akun Instagram resminya @jasamargajogjasolo_official. Dalam keterangan itu dijelaskan bahwa pekerjaan dilakukan setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 24.00 WIB selama periode berlangsung.
Rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk mendukung pengerjaan saluran drainase yang menjadi bagian dari proyek strategis nasional Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo. Aktivitas konstruksi di lokasi mengharuskan adanya pengaturan arus kendaraan guna menjaga keselamatan dan kelancaran pekerjaan.
Pihak pengelola tol mengimbau pengguna jalan, terutama kendaraan roda empat, roda enam, serta kendaraan berat lainnya, agar menghindari jalur tersebut dan memilih rute alternatif demi meminimalkan risiko antrean panjang.
"Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan Saluran Drainase pada proyek Pembangunan Jalan Tol Solo Yogyakarta NYIA Kulon Progo Di Jalan Cangkringan, dengan ini disampaikan bahwa akan dilakukan Rekayasa Lalulintas Buka Tutup Lajur," tulis keterangan resmi tersebut, Rabu (29/4/2026).
Lokasi pekerjaan berada di kawasan Balong Bayen, Purwomartani, yang merupakan titik vital karena beririsan langsung dengan pembangunan struktur flyover jalan tol yang saat ini masih dalam tahap konstruksi. Kondisi ini menjadikan area tersebut rawan kepadatan kendaraan, terutama pada jam sibuk.
Penerapan sistem buka-tutup lajur bersifat sementara dan difokuskan untuk menjaga keselamatan pekerja proyek sekaligus pengguna jalan. Pengendara diminta mengatur waktu perjalanan, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
"Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk menyesuaikan rute perjalanannya dan mematuhi rambu serta petunjuk petugas di lapangan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan," lanjut pernyataan tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah alat berat dan material konstruksi telah ditempatkan di sekitar lokasi pekerjaan. Ruas Jalan Cangkringan dikenal memiliki volume kendaraan tinggi, khususnya saat jam berangkat dan pulang kerja, sehingga pengendara dari arah Cangkringan menuju Kalasan maupun sebaliknya disarankan mencari jalur alternatif atau jalan tikus guna menjaga kelancaran mobilitas selama rekayasa lalu lintas berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































