
Ilustrasi. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA—Prakiraan cuaca DIY pada Sabtu (12/9/2026) menunjukkan kondisi yang berbeda di lima kabupaten/kota. Kulon Progo berpotensi mengalami kabut atau asap, sementara Bantul dan Kota Jogja diprakirakan mengalami udara kabur. Adapun Gunungkidul dan Sleman diprediksi berawan.
Berdasarkan prakiraan BMKG yang mencakup lima kabupaten/kota di DIY, suhu udara pada Sabtu berada dalam kisaran 20–34 derajat Celsius. Kelembapan udara di sejumlah wilayah diperkirakan cukup tinggi, bahkan mencapai 98–99 persen.
Perbedaan kondisi tersebut membuat masyarakat perlu menyesuaikan aktivitas, khususnya perjalanan pada pagi hari dan kegiatan di kawasan perbukitan maupun jalur wisata.
Kulon Progo berpotensi kabut
Kulon Progo menjadi wilayah yang diprakirakan mengalami kondisi kabut atau asap. Suhu udara diperkirakan berada pada 20–30 derajat Celsius dengan kelembapan 55–99 persen.
Kondisi kabut tersebut berpotensi membuat jarak pandang berkurang, terutama pada pagi hari dan kawasan perbukitan. Pengendara perlu lebih berhati-hati dengan menyalakan lampu kendaraan, mengurangi kecepatan, dan menjaga jarak aman.
Bantul diprakirakan udara kabur
Sementara itu, cuaca di Bantul diprediksi berupa udara kabur. Suhu udara diperkirakan mencapai 21–33 derajat Celsius, sedangkan kelembapannya berada pada kisaran 44–98 persen.
Udara yang lembap dan kabur berpotensi mengurangi jarak pandang di sejumlah lokasi. Kondisi tersebut perlu diperhatikan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi dan menjelang malam.
Gunungkidul berawan
Berbeda dengan Kulon Progo dan Bantul, Gunungkidul diprakirakan mengalami cuaca berawan. Suhu udara berada pada kisaran 21–33 derajat Celsius dengan kelembapan 43–96 persen.
Cuaca berawan dapat membuat udara terasa lebih sejuk pada pagi hari, tetapi kondisi tetap hangat pada siang hingga sore. Wisatawan yang hendak menuju kawasan pantai maupun perbukitan perlu tetap memperhatikan kondisi perjalanan.
Permukaan jalan yang lembap dan kemungkinan adanya kabut lokal dapat mengurangi kenyamanan sekaligus keselamatan perjalanan.
Sleman juga diprediksi berawan
Sleman diprakirakan mengalami kondisi berawan dengan suhu 20–33 derajat Celsius. Kelembapan udara diperkirakan mencapai 95 persen.
Warga yang tinggal atau beraktivitas di kawasan lereng dan perbukitan perlu mewaspadai kemungkinan penurunan jarak pandang akibat udara kabur atau kabut lokal.
Aktivitas luar ruangan tetap dapat dilakukan dengan membawa perlengkapan pelindung dan memantau pembaruan prakiraan cuaca.
Kota Jogja mencapai 34 derajat Celsius
Kota Jogja menjadi wilayah dengan suhu maksimum paling tinggi dalam prakiraan tersebut. Cuaca diprediksi berupa udara kabur, dengan suhu 21–34 derajat Celsius dan kelembapan 43–98 persen.
Kondisi yang relatif hangat pada siang hari, ditambah kelembapan tinggi, dapat membuat udara terasa gerah. Masyarakat disarankan mencukupi kebutuhan air minum dan menggunakan pelindung dari paparan matahari.
Kewaspadaan juga diperlukan ketika berkendara pada pagi hari karena kondisi udara kabur dapat memengaruhi jarak pandang.
Imbauan bagi masyarakat DIY
Dengan kondisi cuaca yang berbeda di masing-masing wilayah, masyarakat DIY perlu melakukan sejumlah langkah antisipasi, terutama ketika bepergian.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Mengurangi kecepatan kendaraan ketika melintas di wilayah berkabut atau berudara kabur.
- Menyalakan lampu kendaraan serta memastikan kaca dan spion tetap bersih.
- Membawa jas hujan atau payung untuk mengantisipasi perubahan cuaca secara tiba-tiba.
- Mewaspadai jalan licin, terutama di kawasan perbukitan, pantai, dan jalur wisata.
- Menghindari aktivitas terlalu lama di bawah terik matahari serta memperbanyak minum.
Memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG sebelum bepergian.
BMKG menampilkan prakiraan cuaca untuk kabupaten/kota di DIY secara berkala. Karena kondisi cuaca dapat diperbarui, masyarakat disarankan mengecek informasi resmi BMKG sebelum melakukan perjalanan.
Penilaian orisinalitas: Rendah risiko kloning secara struktur karena artikel disusun ulang dengan alur, pembukaan, pengelompokan informasi, dan fokus penyajian yang berbeda dari naskah sumber. Penilaian mengenai kesan AI atau orisinalitas bersifat indikatif, bukan hasil deteksi definitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online
















































