Prabowo Puji Pengelolaan Sampah di Banyumas

5 hours ago 2

Prabowo Puji Pengelolaan Sampah di Banyumas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden Prabowo Subianto di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Desa Kaliori, Banyumas, Selasa 28 April 20206. - Istimewa

BANYUMAS — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Desa Kaliori, Banyumas, Selasa 28 April 20206.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden menerima paparan dari pengelola TPST BLE mengenai sistem pengelolaan sampah terpadu dari hulu hingga hilir berbasis ekonomi sirkular.

Kepala UPTD TPST Banyumas, Edy Nugroho mengatakan, sistem yang dikelola oleh lembaganya dilakukan dari hulu hingga hilir, sehingga memiliki nilai ekonomi.

“Sistem kami dari hulu sampai hilir, menuju waste to value, sampah jadi bernilai ekonomi,” ujar Edy.

Data yang disampaikan menunjukkan timbulan sampah Banyumas mencapai 738,80 ton per hari. Dari jumlah itu, sebanyak 574,52 ton atau 77,76 persen telah terkelola, sementara sekitar 164 ton per hari belum masuk ke TPST.

Edy mengatakan, sampah dikelola mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga hingga diproses di TPST BLE menjadi bahan bakar alternatif seperti Refuse Derived Fuel (RDF).

Melihat sistem tersebut, Presiden Prabowo menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat. “Ini sangat efektif dan bisa menjadi contoh. Pemerintah pusat akan mendorong serta menurunkan bantuan langsung agar sistem ini bisa kita perbaiki dan kembangkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, persoalan sampah kini menjadi prioritas nasional yang harus segera dituntaskan.

“Sampah adalah prioritas nasional. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan harus bisa kita kendalikan,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan ketertarikan Presiden juga terlihat pada pengembangan RDF di Jawa Tengah yang terus diperluas.

“Pak Presiden sangat tertarik. Saat ini ada 13 kabupaten yang masih dalam proses pengembangan RDF, sementara tiga kabupaten sudah operasional,” kata Luthfi.

Menurutnya, model Banyumas menjadi contoh konkret pengelolaan sampah terpadu dari tingkat rumah tangga hingga pemanfaatan akhir. “Ini menjadi role model. Dari hulu sampai hilir kita kerjakan bersama,” ujar Luthfi.

Pemprov Jateng kini juga mengebut pembangunan fasilitas RDF di berbagai daerah dengan dukungan empat pabrik semen sebagai penampung hasil olahan sampah.

“Kita punya empat pabrik semen sebagai offtaker. Ini jadi kekuatan kita,” jelasnya.

Selain itu, konsep pengolahan regional juga disiapkan untuk wilayah dengan volume sampah besar seperti Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya.

Luthfi menegaskan, Jawa Tengah siap melampaui target nasional pengelolaan sampah. “Target nasional 2029 zero sampah. Jawa Tengah siap lebih cepat, tahun 2028 kita optimistis tercapai,” tegasnya.

Ia menambahkan, Presiden juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Jawa Tengah yang dinilai sudah berada di jalur yang tepat. “Jawa Tengah dinilai sudah baik dan bisa jadi contoh bagi provinsi lain,” kata Luthfi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |