Harianjogja.com, JOGJA—Polresta Jogja memastikan dugaan pelecehan seksual yang sempat dilaporkan oleh seorang wisatawan asal Jakarta di kawasan Titik Nol Kilometer Kota Jogja tidak terbukti setelah dilakukan pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV). Hasil pengecekan menunjukkan tidak ditemukan indikasi adanya tindakan sengaja yang mengarah pada pelecehan seksual oleh pria yang sempat diamankan petugas pada Sabtu (4/7/2026) malam.
Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah beredar unggahan di media sosial X yang menyebut seorang wisatawan perempuan mengalami dugaan pelecehan seksual dan tindakan rasisme saat berada di kawasan wisata pusat Kota Jogja. Informasi tersebut menyebar luas dan memicu berbagai respons dari warganet.
Menindaklanjuti laporan yang diterima di lokasi kejadian, petugas kepolisian yang sedang berjaga langsung mengamankan seorang pria yang disebut dalam laporan tersebut. Langkah cepat dilakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus memberikan rasa aman kepada korban.
Mau lapor min, tolong username dirahasiakan.
Semalam di KM 0 sekitar jam 21:30 terjadi pelecahan dan rasisme ke wisatawan perempuan, korban langsung melapor ke polisi yang sedang berjaga di sana. Tidak lama kemudian polisi dan intel langsung gerak cepat mengamankan terduga… pic.twitter.com/2GaXxYFEU9
Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, menjelaskan peristiwa itu bermula ketika korban berjalan dari arah selatan menuju utara di kawasan Jalan Pangurakan, tepatnya di depan salah satu kafe yang berada di sekitar Titik Nol Kilometer.
Saat berpapasan dengan seorang laki-laki yang berjalan dari arah berlawanan, korban merasa bagian tubuhnya tersentuh. Merasa tidak nyaman, korban kemudian mendatangi petugas kepolisian yang sedang bertugas di kawasan tersebut untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.
Petugas selanjutnya mengamankan pria yang diduga terlibat dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan kronologi yang sebenarnya terjadi di lokasi.
Menurut Dani, proses klarifikasi dilakukan dengan memeriksa rekaman CCTV yang mengarah ke titik kejadian. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan oleh petugas, tetapi juga disaksikan langsung oleh korban agar seluruh proses berlangsung transparan.
Dari hasil penelusuran rekaman kamera pengawas, polisi menemukan fakta yang berbeda dengan dugaan awal. Rekaman menunjukkan pria tersebut sedang berjalan dari arah utara ke selatan sambil membawa tas.
Ketika berpapasan dengan korban, pria tersebut terlihat membetulkan posisi tas menggunakan tangan kirinya. Dalam gerakan tersebut, siku kirinya tampak mengenai bagian bahu kiri korban.
“Dari hasil pemeriksaan CCTV, tidak terlihat adanya tindakan sengaja memegang bagian dada korban. Yang terlihat adalah siku kiri laki-laki tersebut mengenai bahu kiri perempuan saat sedang membetulkan tas yang dibawanya,” kata Dani, Minggu (5/7/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, polisi menyimpulkan tidak ditemukan unsur kesengajaan yang mengarah pada tindakan pelecehan seksual. Temuan itu kemudian disampaikan kepada korban sebagai bagian dari proses klarifikasi.
Setelah melihat dan memahami hasil rekaman CCTV, korban memutuskan tidak membuat laporan polisi. Dengan demikian, kasus tersebut tidak berlanjut ke proses hukum lebih lanjut.
Polresta Jogja menegaskan penanganan cepat dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Kota Jogja. Kawasan Titik Nol Kilometer dan Malioboro merupakan salah satu destinasi dengan tingkat kunjungan tinggi, sehingga pengawasan dan respons petugas menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan pengunjung.
Usai proses klarifikasi selesai, korban dilaporkan kembali melanjutkan aktivitas wisatanya di kawasan Malioboro. Sementara pria yang sempat diamankan juga telah dipersilakan meninggalkan lokasi setelah pemeriksaan menunjukkan tidak adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































