Harianjogja.com, JOGJA— Nama Friendster kembali mencuat setelah muncul sebagai aplikasi baru di iPhone dengan konsep berbeda dari versi lamanya. Alih-alih berbasis web seperti dulu, kini hadir sebagai aplikasi mobile yang mengusung interaksi privat tanpa algoritma dan tanpa iklan.
Aplikasi ini dikembangkan oleh Friendster Labs Inc. dan bukan bagian langsung dari platform Friendster lama. Meski demikian, pengembang telah mengakuisisi domain Friendster.com pada 2023, menjadikannya sebagai kebangkitan merek ikonik dengan wajah baru.

Berteman Harus Tempel Ponsel
Fitur paling mencolok adalah cara menambah teman yang tidak biasa. Pengguna harus berada dalam jarak dekat dan menempelkan ponsel secara fisik untuk terhubung.
Metode ini berbeda jauh dari platform seperti Facebook, Instagram, atau TikTok yang mengandalkan algoritma rekomendasi.
Konsep ini menekankan koneksi dunia nyata, bukan sekadar pertemanan digital. Tanpa algoritma, tidak ada konten acak atau akun asing yang muncul di linimasa pengguna.
Tanpa Algoritma dan Iklan
Salah satu daya tarik utama Friendster versi 2026 adalah absennya algoritma dan iklan. Pengguna hanya melihat unggahan dari orang yang benar-benar mereka kenal dan tambahkan sendiri.
Selain itu, pengembang mengklaim tidak ada pihak ketiga yang membeli data pengguna, menjadikan pengalaman lebih privat.
Tampilan Sederhana dan Ringan
Antarmuka aplikasi dibuat minimalis dengan ukuran file hanya sekitar 5,9 MB.
Fitur utama meliputi:
- Timeline sederhana (teks atau teks + foto)
- Reaksi terbatas (like dan emoji)
- Menu utama: Home, Friends, Notifikasi, Chat, dan Profil
Belum ada dukungan video atau fitur kompleks lainnya, menegaskan fokus pada kesederhanaan.
Login Praktis, iPhone Only
Untuk membuat akun, pengguna cukup menggunakan ID Apple tanpa perlu registrasi email baru. Saat ini, aplikasi hanya tersedia di perangkat iOS melalui App Store. Belum ada kepastian kapan versi Android akan dirilis.
Kehadiran Friendster versi baru ini menawarkan alternatif di tengah kejenuhan media sosial modern. Dengan konsep privat dan interaksi berbasis kedekatan fisik, aplikasi ini mencoba mengembalikan esensi jejaring sosial seperti awal kemunculannya.
Namun, tantangannya tidak kecil—di era konektivitas global, apakah pengguna bersedia kembali ke model pertemanan yang terbatas secara fisik? Jawabannya akan ditentukan oleh respons pasar dalam beberapa waktu ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































