DC pelaku teror terhadap Damkar dan Ambulans menyampaikan permohonan maaf. - Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA—Media sosial sempat dihebohkan dengan aksi teror berupa laporan palsu yang menyasar instansi Pemadam Kebakaran (Damkar) dan layanan ambulans. Teror yang diduga dilakukan oleh debt collector (DC) pinjol ini menyasar wilayah Sleman dan Semarang.
Di mana pelaku menghubungi damkar dan ambulans dan diminta melakukan penagihan utang. Aksi licik ini dilakukan DC yang kemudian viral di medsos. Warganet kemudian melakukan penelusuran hingga ditemukanlah sebuah akun yang diduga sebagai pelaku.
Wajah-wajah pelaku pun bertebaran di medsos hingga kemudian pelaku muncul menyampaikan permohonan maaf. Video permohonan maaf itu kemudian diunggah di akun medsos ASN Damkar Semarang, Ade Bhakti.
Dalam videonya, pelaku yang diketahui bernama Bonaventura kini akhirnya muncul ke publik untuk memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Dalam rekaman video klarifikasi yang beredar, Bonaventura mengakui secara sadar bahwa dirinyalah yang melakukan tindakan tidak terpuji tersebut. Ia menyebutkan bahwa motif di balik aksi laporan palsu itu didasari oleh masalah pribadi, yakni persoalan utang piutang.
"Betul saya melakukan hal tersebut dengan melakukan pelaporan palsu ke instansi tim Damkar Semarang. Saya melakukan hal ini karena terbawa emosi terkait utang piutang pribadi dengan Bapak Ngadi," ujar Bonaventura dalam pernyataan resminya.
Pelaku mengungkapkan penyesalan yang mendalam karena tindakannya telah merugikan banyak pihak, terutama operasional Damkar Kota Semarang yang seharusnya fokus pada keadaan darurat yang nyata. Ia juga secara khusus meminta maaf kepada Bapak Ngadi Bakti atas gangguan yang ditimbulkan.
Selain menyampaikan permohonan maaf kepada tim Damkar dan pihak terkait, Bonaventura menyatakan kesiapannya untuk menjalani proses hukum atau konsekuensi yang berlaku akibat perbuatannya. Ia juga berjanji di hadapan tim Damkar untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di masa mendatang.
Pihak Damkar sendiri telah menerima itikad baik pelaku yang datang secara langsung untuk mengklarifikasi masalah ini. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak menyalahgunakan layanan darurat untuk kepentingan pribadi atau meluapkan emosi, karena dapat berakibat fatal bagi keselamatan publik yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































