Membahayakan Warga, Kerbau Ditembak Mati di Kudus

6 hours ago 3

Membahayakan Warga, Kerbau Ditembak Mati di Kudus

Tangkapan layar CCTV kerbau menyeruduk pengendara motor sebelum akhirnya ditembak mati oleh aparat kepolisian. /instagram.

Harianjogja.com, KUDUS—Kepolisian Resor (Polres) Kudus, Jawa Tengah, terpaksa melumpuhkan dua dari empat ekor kerbau kurban yang lepas kendali dan mengamuk saat proses penyembelihan Iduladha 1447 H. Tindakan tersebut dilakukan karena hewan dinilai membahayakan keselamatan warga di sekitar lokasi kejadian.

Wakapolres Kudus, Kompol Rendi Johan Prasetyo, mengatakan empat kejadian kerbau lepas terjadi di beberapa titik wilayah Kabupaten Kudus, yakni Klaling dan Tanjungrejo (Kecamatan Jekulo), Purwosari (Kecamatan Kota), serta Sempalan (Kecamatan Jati).

“Dua ekor kerbau terpaksa dilumpuhkan menggunakan timah panas karena berpotensi membahayakan warga,” kata Rendi, Kamis (28/5/2026).

Dua Kerbau Dilumpuhkan, Dua Lainnya Berhasil Dikendalikan

Rendi menjelaskan bahwa dari empat laporan yang diterima, dua kerbau berhasil dilumpuhkan menggunakan tindakan kepolisian atas permintaan warga, sementara dua lainnya dapat dikendalikan oleh panitia kurban tanpa insiden lebih lanjut.

Polres Kudus sendiri melakukan siaga penuh selama pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada 10–11 Dzulhijjah dengan membuka layanan aduan melalui call center 110 untuk menangani kejadian hewan lepas kendali.

Kerbau Lepas dari Truk Picu Kepanikan Warga

Salah satu insiden terjadi di Masjid Purwosari, Kecamatan Kota Kudus, saat seekor kerbau kurban lepas dari kendaraan pikap pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Tali pengikat terlepas saat hewan diturunkan sehingga kerbau langsung berlari liar.

“Kerbau berlari melewati sejumlah wilayah mulai Desa Pasuruan Lor, Pasuruan Kidul hingga kawasan Jalan Lingkar Kudus,” ujar Kapolsek Jati, AKP Hadi Noor Cahyo.

Seruduk Pengendara dan Lukai Panitia Kurban

Dalam pelariannya, kerbau tersebut sempat menyeruduk dua pengendara sepeda motor yang melintas. Selain itu, seorang panitia kurban juga mengalami luka lecet saat berupaya mengamankan hewan tersebut.

Petugas gabungan bersama panitia kemudian melakukan pengejaran untuk mencegah hewan masuk ke kawasan permukiman padat maupun jalan raya.

Ditemukan di Semak-Semak dan Dilumpuhkan

Kerbau akhirnya ditemukan di area semak-semak menuju Desa Goleng, Kecamatan Jati. Karena kondisi hewan semakin agresif dan sulit dikendalikan, petugas memutuskan melakukan tindakan pelumpuhan demi keselamatan warga sekitar.

Setelah hewan melemah, petugas bersama panitia berhasil mengikat kerbau tersebut. Proses penyembelihan kemudian dilakukan di lokasi sebelum dievakuasi ke Masjid Purwosari sekitar pukul 20.00 WIB.

Imbauan Polisi untuk Panitia Kurban

Polres Kudus mengimbau agar panitia kurban lebih memperhatikan aspek keamanan dalam proses pengangkutan dan penanganan hewan kurban pada tahun berikutnya guna mencegah kejadian serupa.

“Kalau kami boleh memberi masukan, mungkin tahun depan panitia bisa lebih baik lagi dalam mempersiapkan proses pemotongan hewan kurban agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Rendi.

Selain itu, kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan lingkungan dengan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |