Kopi Magelang Didorong Naik Kelas, BRIN dan Kemenkum Kawal Hilirisasi

9 hours ago 2

Kopi Magelang Didorong Naik Kelas, BRIN dan Kemenkum Kawal Hilirisasi

Pemkab Magelang memperkuat hilirisasi kopi melalui perlindungan Indikasi Geografis, riset BRIN, dan inovasi teknologi untuk meningkatkan daya saing. /Istimewa.

Harianjogja.com, MAGELANG—Pengembangan kopi Magelang terus didorong agar tidak berhenti sebagai komoditas pertanian semata. Pemerintah Kabupaten Magelang menggencarkan hilirisasi kopi melalui perlindungan kekayaan intelektual, pemanfaatan hasil riset, dan penerapan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat daya saing petani serta pelaku UMKM.

Langkah tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Perlindungan Kekayaan Intelektual serta Diseminasi Teknologi BRIN Goes to Society bagi pelaku kopi yang digelar di Ruang Bina Karya, Kompleks Setda Kabupaten Magelang, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini mempertemukan pemerintah daerah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Hukum, akademisi, serta pelaku usaha kopi dalam satu forum kolaboratif.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, mengatakan Kabupaten Magelang memiliki modal besar untuk mengembangkan kopi berkualitas. Wilayah ini berada di kawasan dataran tinggi dengan ketinggian 800 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut, didukung tanah vulkanik yang subur, curah hujan yang memadai, dan ekosistem yang cocok untuk budidaya kopi arabika maupun robusta.

" Pada tahun 2025, luas lahan kopi robusta di Kabupaten Magelang mencapai 2.305,15 hektare, sementara kopi arabika seluas 1.075,64 hektare dengan produktivitas mencapai 6,7 ton per hektare untuk red cherry ," ujar Grengseng.

Menurutnya, besarnya potensi tersebut menjadikan kopi sebagai komoditas strategis yang berperan penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, mulai dari petani hingga pelaku usaha pengolahan kopi. Komoditas ini juga telah ditetapkan sebagai salah satu produk unggulan daerah dalam Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah (RIPJ PID) Kabupaten Magelang 2025–2029.

" Pengembangan kopi dinilai memiliki peluang besar untuk diintegrasikan dengan sektor pariwisata melalui konsep agrowisata dan wisata kuliner, serta sektor industri berbasis agroindustri," tambah Grengseng.

Ia menjelaskan kopi arabika Magelang telah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG) melalui branding Kopi Arabika Merapi Merbabu sejak 2022. Sementara itu, kopi robusta saat ini tengah dipersiapkan untuk mendapatkan perlindungan serupa melalui pendaftaran Indikasi Geografis yang direncanakan pada Juni 2026.

Meski memiliki potensi besar, industri kopi di Kabupaten Magelang masih menghadapi sejumlah tantangan. Pada sektor budidaya, produktivitas tanaman dan penerapan teknik agronomi dinilai belum merata. Bahkan, beberapa sentra kopi arabika mengalami tingkat kematian tanaman yang cukup tinggi sehingga memengaruhi produktivitas dan meningkatkan biaya peremajaan kebun.

Tantangan juga muncul pada sektor pascapanen. Keterbatasan fasilitas pengeringan, peralatan pengolahan, serta infrastruktur pendukung masih menjadi kendala dalam menghasilkan kopi berkualitas tinggi. Di sisi hilir, pemanfaatan kopi masih didominasi penjualan bahan mentah dan produk sederhana sehingga nilai tambah yang diperoleh petani maupun pelaku usaha belum optimal.

" Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Magelang berharap terbangun sinergi pentahelix antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dalam mengembangkan kopi sebagai komoditas unggulan yang berdaya saing tinggi, " lanjut Grengseng.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkab Magelang menggandeng BRIN dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah untuk memperkuat pengembangan kopi berbasis inovasi dan perlindungan kekayaan intelektual.

Kepala Bapperida Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan perlindungan produk unggulan daerah melalui inisiasi pendaftaran tiga kekayaan intelektual komunal berbasis Indikasi Geografis, yakni kopi robusta, beras menthik wangi susu, dan salak nglumut.

" Selain itu, melalui kolaborasi dengan BRIN, juga dilaksanakan program pendampingan UMKM berbasis iptek dalam model coaching clinic khusus bagi pelaku industri kopi ," jelasnya.

Menurut Nanda, langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat hilirisasi hasil riset, meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, serta memberikan perlindungan hukum terhadap karakteristik khas produk Kabupaten Magelang agar tidak diklaim pihak lain. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual, baik yang bersifat komunal seperti Indikasi Geografis maupun personal seperti merek dagang, untuk meningkatkan daya saing usaha.

Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Driszal Fryantoni, menambahkan program BRIN Goes to Society dirancang untuk mempercepat pemanfaatan hasil penelitian agar dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

" Selama ini riset sering dianggap sulit dijangkau. Padahal, hasil riset dapat membantu menjawab berbagai tantangan dalam komoditas kopi, mulai dari produktivitas tanaman, dampak perubahan iklim, hingga peningkatan kualitas produk ," ungkapnya.

Ia menilai penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi faktor penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat keberlanjutan industri kopi nasional.

Pada akhir kegiatan dilakukan penandatanganan nota kesepakatan antara Bupati Magelang dan Kanwil Kementerian Hukum Jawa Tengah, dilanjutkan dengan penyerahan simbolis pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Robusta Magelang, Beras Menthik Wangi Susu, dan Salak Nglumut. Agenda tersebut juga diisi sosialisasi hak kekayaan intelektual oleh Kanwil Kemenkum Jawa Tengah serta diseminasi teknologi budidaya kopi berbasis Good Agricultural Practices (GAP) yang disampaikan peneliti BRIN sebagai bagian dari penguatan hilirisasi kopi Magelang berbasis inovasi dan teknologi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |