
Corporate Communication Alfamart Jateng-DIY, Ahmad Hidayatullah Ichsan, menunjukkan trofi dan plakat JBBA 2026, Rabu (15/7)./Harian Jogja
Tak sekadar memberikan program sesaat (one-shot), Alfamart berkomitmen mendorong kemandirian ekonomi lokal melalui program manajemen ritel yang berkelanjutan. Lewat skema ini, warung kelontong binaan mereka mendapatkan pembinaan intensif, mulai dari edukasi, pasokan inventori, hingga renovasi fisik banguna.
Atas kontribusinya terhadap sektor ekonomi lokal, ritel modern itulah, Alfamart menerima penghargaan dari Jogja Brand and Business Award (JBBA) 2026, dalam kategori Ritel Modern Pemberdaya Ekonomi Lokal.
Corporate Communication Alfamart Jateng-DIY, Ahmad Hidayatullah Ichsan mengungkapkan bahwa pemberdayaan ekonomi lokal dilakukan Alfamart lewat serangkaian upaya.
Pertama, lewat Corporate Social Responsibility (CSR), Alfamart menggandeng UMKM sebagai pemasok lokal maupun tenant.
Bagi Ahmad, pemberdayaan UMKM menjadi faktor penting untuk mewujudkan ekonomi lokal yang berdaya. "Langkah-langkah kami untuk pemberdayaan ekonomi lokal, pertama, kami ada CSR terkait bidang UMKM. Kami memberdayakan pemasok lokal ataupun tenant. Karena memang di sini UMKM itu salah satu faktor penting dalam pemberdayaan khususnya ekonomi," kata Ahmad seusai penyerahan penghargaan JBBA 2026 di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Rabu (15/7).
Kontinuitas Program
Pemberdayaan ekonomi lokal juga coba diinisiasi Alfamart lewat program manajemen ritel. Program ini berfokus pada pembinaan warung-warung kelontong binaan.
Program manajemen ritel yang dimotori Alfamart tak hanya menyasar pada aspek peningkatan wawasan lewat edukasi, tetapi juga menyentuh sektor fisik.
Alfamart juga membantu warung binaan terkait dengan inventori dan barang dagang. Semua rangkaian pembinaan ini seolah menjadi penegasan bahwa program yang digulirkan bersifat kontinu dan berkesinambungan. "Karena kami manajemen ritel, maka warung binaan Alfamart, kita berikan edukasi terkait manajemen. Selain itu, ada juga dukungan renovasi bangunan warung, seperti bangunan, cat,” ujar dia.
Dampak dari program pemberdayaan ekonomi lokal gagasan Alfamart mulai terasa ke sejumlah sasaran. Bahkan ada UMKM lokal yang produknya kini bisa diekspor sampai ke luar negeri. "Kalau di Sleman kami ada UMKM lokal, yaitu produk pisang. Kita berinteraksi, komunikasi, bahwas -produk mereka bisa diekspor sampai ke luar negeri," kata dia.
Sementara itu, Koordinator Tim Riset JBBA 2026, Budi Cahyana, menjelaskan bahwa dari hasil data monitoring yang menjadi dasar utama penilaian dalam JBBA 2026, ribuan produk lokal (makanan ringan hingga kerajinan) telah berhasil menembus pasar modern melalui jaringan Alfamart.
Program seperti renovasi sekolah, bantuan alat kesehatan, hingga dukungan bagi penyandang disabilitas memperkuat posisi mereka sebagai perusahaan yang memiliki Integritas Digital dan dampak riil di masyarakat. “Alfamart menjadi salah satu perusahaan ritel paling inklusif bagi tenaga kerja disabilitas.” (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































