Izin 25 Merek Beras Fortifikasi Dicabut, Mendag Pastikan Stok di Ritel Aman

1 hour ago 2

Izin 25 Merek Beras Fortifikasi Dicabut, Mendag Pastikan Stok di Ritel Aman

Pegawai beraktivitas di dekat susunan beras di salah satu supermarket, Depok, Jawa Barat, Senin (20/4/2026)./JIBI-Bisnis-Himawan L. Nugraha\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan stok beras di jaringan ritel tetap aman meski pemerintah mencabut izin dan menarik 25 merek beras fortifikasi dari pasaran.

Budi Santoso yang akrab disapa Busan mengatakan pemerintah tetap menghormati proses hukum yang berjalan terhadap pemegang 25 merek beras fortifikasi tersebut. Di sisi lain, pemerintah memastikan pasokan beras untuk masyarakat tetap tersedia.

Ia juga menyebut Perum Bulog akan memasok Beras Kita sebanyak 1 juta ton. Pemerintah bersama Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan terus melakukan koordinasi untuk mencegah terjadinya kelangkaan beras di tingkat ritel.

“Stok aman [enggak langka],” ujar Budi di Kompleks Parlemen, Kamis (17/9/2026).

Bulog Diminta Optimalkan Pasokan Beras Premium

Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Perum Bulog memastikan ketersediaan beras premium di pasaran.

Permintaan tersebut disampaikan setelah pemerintah mencabut izin puluhan merek beras fortifikasi karena produk tersebut dinilai tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Amran mengatakan masyarakat tetap memiliki pilihan beras premium yang dipasok oleh Perum Bulog. Karena itu, Bulog diminta segera mengoptimalkan pasokan, terutama ke jaringan toko ritel modern.

“Beras premium kami minta Bulog optimalkan pasokan karena stoknya banyak. Itu ke toko-toko ritel modern, itu segera dipasok. Tidak boleh tidak ada kata lain kecuali memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Amran juga menegaskan pemerintah akan memberikan tindakan dan hukuman seberat-beratnya terhadap pihak yang melakukan manipulasi beras fortifikasi.

25 Merek Bermasalah dari 198 Sampel

Pemerintah sebelumnya mengambil sebanyak 198 sampel beras dari 11 provinsi besar di Indonesia untuk dilakukan pengawasan dan pengujian.

Dari hasil pengujian tersebut ditemukan 25 merek beras yang bermasalah karena kandungan produk tidak sesuai dengan label fortifikasi yang disampaikan.

Salah satu persoalan yang ditemukan berkaitan dengan kandungan vitamin B12. Pada label produk disebutkan kandungan B12 sebesar 30%, tetapi hasil pengujian menunjukkan kandungannya hanya 15% atau bahkan tidak terdapat kandungan tersebut.

Berdasarkan hasil pengawasan dan pengujian terhadap sampel tersebut, potensi kerugian konsumen akibat selisih harga produk diperkirakan mencapai Rp89 triliun.

Angka itu berasal dari proyeksi bahwa beras fortifikasi membutuhkan tambahan biaya produksi sekitar Rp1.000 per kilogram. Dengan komponen biaya tersebut, harga jual produk yang memenuhi ketentuan diperkirakan berada di kisaran Rp13.500 per kilogram.

Namun, hasil pengawasan Bapanas menemukan produk beras fortifikasi yang dipasarkan dengan harga rata-rata mencapai Rp23.385 per kilogram.

Bahkan, harga tertinggi yang ditemukan mencapai Rp57.600 per kilogram. Artinya, terdapat selisih hingga Rp44.100 per kilogram dibandingkan harga yang diperkirakan berdasarkan komponen biaya fortifikasi.

Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi yang Izinnya Dicabut

Berikut daftar 25 merek beras fortifikasi yang izinnya dicabut berdasarkan hasil pengawasan dan pengujian pemerintah:

  1. Idola Fortifikasi
  2. Idola High Quality Whole Grain Rice
  3. Idola Long Grain Rice
  4. Ikan Mas Cupang
  5. AAA Wijaya Kusuma
  6. Cantik Manis
  7. Penari Bangkok
  8. Topi Koki Short Grain
  9. Topi Koki Setra Royale
  10. Topi Koki Long Grain Crystal
  11. HOK-1 Gohan
  12. Maknyuss Pulen Gizi
  13. Anak Raja Fortifikasi
  14. Anak Raja Nusantara
  15. Top Anak Raja
  16. PMS Induk Ayam
  17. Sumo
  18. Rasvit
  19. FS Nutri Rice
  20. Pelikan
  21. Rice Rojolele
  22. Super Kepala Beras Premium 111
  23. 111 Golden Number
  24. Putri Koki
  25. Wellfarm Beras Diabet

Di tengah penarikan 25 merek tersebut, Mendag Budi Santoso memastikan stok beras di ritel tetap aman. Pemerintah juga mengandalkan pasokan dari Perum Bulog untuk menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |