Harga Sembako Batang Tetap Stabil, Pemkab Batang Lakukan Pemantauan

5 hours ago 5

Harga Sembako Batang Tetap Stabil, Pemkab Batang Lakukan Pemantauan

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Batang Wahyu Budi Santosa. /Antara.

Harianjogja.com, BATANG—Harga sembako di Batang terpantau masih stabil meski kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai berlaku. Pemerintah Kabupaten Batang memastikan stok bahan pokok di pasar tradisional tetap aman, sementara sejumlah komoditas hortikultura bahkan mengalami penurunan harga dalam beberapa hari terakhir.

Pemantauan harga bahan pokok di Batang dilakukan setiap hari oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Batang untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia serta mengantisipasi potensi gejolak harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Batang Wahyu Budi Santosa mengatakan pihaknya secara rutin memantau perkembangan harga di pasar tradisional sebagai langkah menjaga stabilitas harga bahan pokok dan ketersediaan stok pangan.

Menurut Wahyu, pemantauan tersebut mencakup 20 komoditas bahan pokok penting yang menjadi indikator pergerakan harga di pasar tradisional.

"Dalam hasil laporan ada sekitar 20 komoditas yang dipantau setiap hari. Kalau sembako itu hanya sebagian yaitu sekitar sembilan komoditas sehingga cakupannya lebih luas," katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, sejumlah kebutuhan pokok utama di Kabupaten Batang masih berada pada level harga yang relatif stabil dengan stok yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Harga beras premium tercatat Rp14.500 per kilogram, sedangkan beras medium Rp13.500 per kilogram. Sementara itu, gula pasir lokal dijual Rp17.500 per kilogram, daging sapi murni Rp140.000 per kilogram, daging ayam ras Rp38.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp29.000 per kilogram.

Meski mayoritas harga bahan pokok stabil, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Kedelai impor naik dari Rp13.500 menjadi Rp14.000 per kilogram. Adapun harga ayam kampung meningkat dari Rp65.000 menjadi Rp80.000 per kilogram.

Di sisi lain, perkembangan harga komoditas hortikultura menunjukkan tren berbeda. Beberapa jenis cabai justru mengalami penurunan harga seiring meningkatnya pasokan di pasar.

Harga cabai rawit hijau turun dari Rp34.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Cabai merah teropong juga mengalami penurunan dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Sementara cabai merah keriting turun tipis dari Rp36.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.

Wahyu menjelaskan turunnya harga sejumlah komoditas hortikultura tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya produksi dan ketersediaan barang di tingkat pasar.

"Kalau stok barang melimpah dan produksi meningkat maka biasanya harga akan ikut turun. Ini yang terjadi pada beberapa jenis cabai," katanya.

Meski kondisi harga bahan pokok di Batang masih relatif stabil, pemerintah daerah tetap melakukan pengawasan secara intensif terhadap kemungkinan dampak lanjutan dari kenaikan harga BBM nonsubsidi. Pemantauan dilakukan untuk memastikan harga sembako di Batang tetap terkendali dan pasokan pangan masyarakat tidak terganggu apabila terjadi perubahan kondisi pasar dalam beberapa waktu ke depan.

"Namun demikian, hingga saat ini pengaruhnya dinilai belum terlalu signifikan karena kebijakan tersebut baru berjalan dalam waktu singkat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |