Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Rp54.300 per Kg

4 hours ago 2

 Cabai Rawit Rp54.300 per Kg Foto ilustrasi penjual cabai keriting. / Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Harga pangan nasional kembali mengalami dinamika pada Rabu pagi, dengan cabai rawit merah tercatat mencapai Rp54.300 per kilogram (kg) dan telur ayam ras berada di level Rp31.200 per kg. Data ini dirilis Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia pada pukul 09.15 WIB.

Berdasarkan pantauan PIHPS, sejumlah komoditas lain di tingkat pedagang eceran juga menunjukkan pergerakan harga. Bawang merah tercatat di angka Rp48.000 per kg, sementara bawang putih mencapai Rp39.500 per kg.

Untuk komoditas beras, harga bervariasi tergantung kualitasnya. Beras kualitas bawah I dijual Rp15.500 per kg dan kualitas bawah II Rp14.900 per kg. Sementara itu, beras kualitas medium I berada di harga Rp16.350 per kg dan medium II Rp16.300 per kg.

Adapun beras kualitas super I tercatat Rp17.450 per kg, sedangkan kualitas super II berada di angka Rp16.950 per kg, mencerminkan rentang harga beras nasional yang masih relatif stabil di berbagai kelas.

Pada kelompok cabai, PIHPS juga mencatat harga cabai merah besar sebesar Rp49.300 per kg, cabai merah keriting Rp44.650 per kg, dan cabai rawit hijau Rp40.100 per kg. Variasi harga ini menunjukkan perbedaan pasokan dan permintaan di pasar.

Untuk komoditas protein hewani, daging ayam ras segar dijual Rp37.550 per kg. Sementara daging sapi kualitas I mencapai Rp152.250 per kg dan kualitas II berada di harga Rp144.650 per kg.

Di sektor bahan pokok lainnya, gula pasir kualitas premium tercatat Rp21.350 per kg, sedangkan gula pasir lokal berada di angka Rp19.200 per kg.

Sementara itu, harga minyak goreng curah tercatat Rp19.450 per liter. Untuk minyak goreng kemasan, harga bermerek I mencapai Rp23.850 per liter dan bermerek II berada di level Rp23.000 per liter, mengikuti tren harga kebutuhan pokok yang masih berfluktuasi di pasar nasional.

Informasi harga bahan pangan memegang peranan yang sangat vital dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara luas. Bagi konsumen, transparansi harga memungkinkan mereka untuk merencanakan pengeluaran rumah tangga dengan lebih bijak serta menjaga daya beli di tengah fluktuasi pasar.

Sementara bagi para pedagang dan petani, akses terhadap data harga yang akurat menjadi kompas dalam menentukan strategi penjualan serta meminimalisir risiko kerugian akibat permainan harga oleh spekulan. Secara makro, ketersediaan informasi ini menjadi instrumen penting bagi pemerintah untuk memantau inflasi dan mengambil kebijakan intervensi yang tepat sasaran demi menjaga ketahanan pangan nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |