Diikuti 26 Desainer dan 200 Model, JNR 2026 Jadi Panggung Talenta Muda

1 day ago 6

Diikuti 26 Desainer dan 200 Model, JNR 2026 Jadi Panggung Talenta Muda

Pelaksanaan Jogja Nextgen Runway 2026, Minggu (19/7/2026). Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Jogja Nextgen Runway (JNR) 2026 menghadirkan panggung kolaborasi bagi pelaku industri fesyen dengan mempertemukan 26 desainer dari berbagai daerah bersama sekitar 200 model anak dan remaja di Sleman City Hall (SCH), Minggu (19/7/2026). Ajang ini menjadi ruang unjuk kreativitas lintas generasi, mulai dari desainer berpengalaman hingga talenta muda yang baru menapaki dunia mode.

Tingginya animo peserta membuat penyelenggaraan JNR 2026 melampaui target awal. Desainer yang berpartisipasi berasal dari berbagai wilayah, seperti Jawa Timur, Bali, Riau, hingga Jogja. Sementara itu, para model yang tampil berusia antara 4 hingga 18 tahun.

Founder sekaligus penyelenggara JNR 2026, Muhammad Syam, mengatakan ajang tersebut lahir dari kebutuhan para pelaku fesyen dan pageant usia muda yang membutuhkan ruang tampil dengan standar profesional.

Menurutnya, JNR dirancang bukan sekadar sebagai pergelaran busana, tetapi juga menjadi media kolaborasi antara desainer, model, dan penyelenggara acara.

"Fesyen JNR ini merupakan ajang yang sangat dinanti-nantikan oleh desainer maupun model anak dan remaja. Tujuan utamanya menjadi media kolaborasi yang sehat antara model, desainer, dan Event Organizer (EO)," ujar Muhammad Syam saat ditemui di sela-sela acara.

Alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta jurusan Desain Mode Kriya Batik tersebut juga menilai kegiatan fesyen untuk anak dan remaja memiliki manfaat lebih dari sekadar kompetisi.

Ia menepis anggapan bahwa ajang seperti ini hanya membebani peserta dari sisi biaya. Menurutnya, kegiatan tersebut justru menjadi sarana membangun rasa percaya diri sekaligus melatih mental anak sejak dini.

"Kegiatan seperti ini sangat positif untuk membentuk rasa percaya diri anak-anak dan melatih mental mereka. Para peserta juga diuntungkan karena mendapatkan busana eksklusif yang nantinya bisa mereka gunakan kembali untuk keperluan tampil menyanyi, menari, atau lomba-lomba lainnya," tambahnya.

Beri Ruang Generasi Muda

Salah satu konsep yang membedakan JNR 2026 dari pergelaran fesyen lainnya adalah keterlibatan generasi muda dalam berbagai aspek penyelenggaraan acara.

Muhammad Syam menjelaskan, posisi penting seperti pembawa acara dipercayakan kepada pelajar yang sedang menempuh pendidikan di bidang broadcasting sebagai bagian dari upaya memberi ruang lebih luas bagi talenta muda.

"Kami ingin menonjolkan bahwa generasi muda juga sangat mampu memandu acara yang besar dan profesional. Selama ini ruang untuk mereka masih kurang, karena acara-acara besar biasanya langsung memakai yang dewasa," paparnya.

Ajang ini juga menjadi panggung bagi munculnya desainer muda. Salah satunya Aisyah, siswi SMA yang mengembangkan brand Samai. Meski mengaku belum pernah mengikuti pergelaran fesyen berskala besar, karya busananya mampu menarik perhatian penonton.

Ragam Koleksi

Keberagaman konsep menjadi salah satu daya tarik JNR 2026. Setiap desainer menghadirkan karakter koleksi yang berbeda sehingga memperlihatkan luasnya kreativitas dunia fesyen.

Desainer asal Klaten, Kak Sion, membawa 30 model untuk menampilkan koleksi evening gown bergaya pageant dan busana kasual berbahan denim. Nuansa berbeda ditampilkan desainer asal Jogja, Heru melalui koleksi bernuansa hitam dengan konsep melankolis.

Eksplorasi kain tradisional juga hadir melalui karya Shila yang mengangkat etnik batik. Kemudian desainer Andini mengusung colourfull yang menarik bagi anak. Sementara desainer asal Denpasar, Mama Fanili, memadukan kain denim dengan sentuhan batik serta teknik lukis tangan pada koleksinya. Adapun desainer asal Tulungagung menampilkan tema Glow Girl Indonesia yang memadukan nuansa Bali dengan karakter busana yang anggun.

Berkembang ke Tingkat Nasional

Melihat antusiasme peserta pada penyelenggaraan perdana, Muhammad Syam berharap Jogja Nextgen Runway dapat terus berkembang sebagai ajang fesyen anak dan remaja yang memiliki daya saing nasional.

Ia menargetkan penyelenggaraan JNR tidak hanya berlangsung di Jogja, tetapi juga dapat diperluas ke sejumlah kota besar lainnya.

"Ke depan, kami ingin JNR tidak hanya diadakan di Jogja saja, melainkan bisa melebar ke Jakarta, Bali, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia," pungkasnya optimis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |