Danantara Masuk Ojol, Sorotan Kekuatan 4 Juta Pengemudi

8 hours ago 1

Danantara Masuk Ojol, Sorotan Kekuatan 4 Juta Pengemudi Arsip foto - Sejumlah pengemudi ojek online berunjuk rasa di alun-alun Serang, Banten, Senin (12/9/2022). ANTARA FOTO - Asep Fathulrahman

Harianjogja.com, JAKARTA — Langkah pemerintah melalui Danantara masuk ke aplikator ojek online (ojol) dinilai sebagai strategi yang sarat pertimbangan sosial-ekonomi, terutama karena besarnya pengaruh komunitas pengemudi di Indonesia. Kebijakan ini juga berkaitan dengan rencana penurunan potongan tarif ojol menjadi 8 persen.

Managing Director Head of Equity Capital Market Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menyebut keberadaan jutaan pengemudi ojol selama ini menjadi kekuatan signifikan dalam lanskap nasional.

“Ini bukan langkah yang mengejutkan dari Danantara. Pengemudi ojek online (ojol) di Indonesia dianggap sebagai kekuatan yang signifikan dan telah dimanfaatkan, baik secara sukarela maupun tidak, sebagai kendaraan politik,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Ia menjelaskan, dengan jumlah sekitar 4 juta orang, komunitas ojol memiliki daya pengaruh besar terhadap opini publik, termasuk kemampuan merespons kebijakan pemerintah hingga memengaruhi dinamika politik dan pemilu.

Pernyataan tersebut selaras dengan langkah pemerintah yang sebelumnya disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Dalam audiensi bersama buruh saat peringatan Hari Buruh di Kompleks Parlemen, Jumat (1/5/2026), Dasco mengungkapkan bahwa Danantara telah mengambil bagian saham di perusahaan aplikator ojol.

"Pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator [ojol] dan mengambil bagian saham," katanya.

Langkah tersebut, lanjut Dasco, diarahkan untuk menekan potongan tarif yang selama ini dibebankan kepada pengemudi.

"Paling pertama, kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator, tadinya 20 atau 10 ini sehingga aplikator hanya akan mengambil 8% dari yang dikumpulkan," ucap Dasco.

Selain isu potongan tarif, pemerintah juga masih mengkaji status kerja pengemudi ojol, apakah tetap sebagai mitra atau beralih menjadi pekerja. Kajian tersebut disebut masih dalam tahap simulasi untuk menemukan formulasi kebijakan yang tepat.

"Nah, tadi pembahasan-pembahasan mengenai apakah kemudian jadi pekerja, jadi mitra itu masih disimulasikan," jelasnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto telah menegaskan komitmen menurunkan potongan aplikator transportasi online dari 20 persen menjadi di bawah 10 persen, yakni 8 persen, dalam momentum May Day 2026.

“Ojol kerja keras mempertaruhkan jiwa setiap hari. Ojol diminta disetorkan 20%. Saya mau di bawah 10%. Kalau tidak bersedia, tidak usah berusaha di Indonesia,” tegasnya di hadapan massa buruh, Jumat (1/5/2026).

Tak hanya itu, pemerintah juga telah menetapkan regulasi perlindungan melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur jaminan sosial bagi pengemudi ojol, termasuk perlindungan kecelakaan kerja dan akses layanan kesehatan.

Melalui kebijakan ini, pembagian pendapatan pengemudi juga ditargetkan meningkat dari sebelumnya sekitar 80 persen menjadi minimal 92 persen. Skema tersebut diharapkan memperbaiki kesejahteraan pengemudi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem transportasi online di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |