Bulan Dana PMI Gunungkidul 2026 Targetkan Rp600 Juta untuk Aksi Sosial

22 hours ago 3

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunungkidul menargetkan penghimpunan donasi sebesar Rp600 juta melalui program Bulan Dana PMI 2026. Dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai layanan kemanusiaan, mulai dari pelayanan donor darah, penanganan kebencanaan, hingga pelatihan relawan di Bumi Handayani.

Program penggalangan dana yang telah dimulai sejak 1 Juli 2026 itu dijadwalkan berlangsung hingga 30 September 2026. PMI Gunungkidul optimistis target tersebut dapat tercapai melalui kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha, serta partisipasi masyarakat.

Dana untuk Mendukung Berbagai Layanan Kemanusiaan

Ketua PMI Gunungkidul, Sunyoto, mengatakan Bulan Dana PMI merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi sumber pendanaan berbagai kegiatan sosial organisasi.

Menurutnya, seluruh dana yang berhasil dihimpun akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan kemanusiaan.

"Sudah ada simbolisasi pelaksanan bulan dana PMI bersama dengan bupati dan jajarannya. Dengan adanya kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, maka bisa menyukseskan program penggalangan dana ini," ungkapnya.

Ia menjelaskan dana tersebut akan digunakan untuk menunjang pelayanan donor darah, bantuan saat terjadi bencana, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya yang dijalankan PMI Gunungkidul.

"Ada juga untuk pelatihan para relawan. Yang jelas, dana terkumpul akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial," kata Sunyoto.

Libatkan ASN, TNI, Polri hingga Pelajar

Pelaksanaan Bulan Dana PMI 2026 mengacu pada Keputusan Bupati No:177/KPTS/2026 dan Keputusan Bupati No:14/KPTS/2026.

Selain menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, program tersebut juga mengajak anggota TNI, Polri, pelajar, hingga masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menilai Bulan Dana PMI merupakan bentuk nyata kepedulian sosial yang perlu didukung seluruh elemen masyarakat.

"Kegiatan ini [bulan dana PMI] merupakan wujud nyata kepedulian kita terhadap sesama," kata Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih.

Optimistis Target Terlampaui

Endah optimistis target donasi Rp600 juta dapat tercapai, bahkan berpeluang melampaui target seperti yang terjadi pada pelaksanaan tahun sebelumnya.

Menurutnya, budaya gotong royong masyarakat Gunungkidul menjadi modal utama dalam menyukseskan program kemanusiaan tersebut.

"Tahun lalu, donasi terkumpul bisa melampaui target. Saya yakin, di 2026 juga akan terlampaui karena semangat gotong royong di masyarakat sangat kuat," kaatanya.

Meski demikian, Endah mengingatkan agar pengelolaan dana masyarakat dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Transparansi dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap PMI.

"Jangan sampai kepercayaan public menurun karena penggunaan anggaran yang tidak transparan. Makanya, harus bisa dipertanggungjawabkan di setiap rupiahnya yang telah digunakan," katanya.

Dengan pengelolaan yang transparan dan dukungan berbagai pihak, PMI Gunungkidul berharap Bulan Dana PMI 2026 mampu memperkuat kapasitas pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat di Bumi Handayani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |