Bukan Sekadar Deteksi AI, Ini Cara Apple Reference Image Buktikan Foto Asli

9 hours ago 2

Bukan Sekadar Deteksi AI, Ini Cara Apple Reference Image Buktikan Foto Asli

Tampilan belakang iPhone 18 Pro. Raksasa teknologi asal Cupertino, Apple Inc., resmi meluncurkan lini smartphone generasi terbarunya, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, dalam helatan akbar bertajuk Surprise and Shine pada Kamis (10/9/2026)./Bisnis Indonesia\r\n

Harianjogja.com, JOGJA— Membedakan foto asli dengan gambar hasil kecerdasan buatan (AI) semakin sulit. Menjawab persoalan tersebut, Apple memperkenalkan Apple Reference Image, fitur pada iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang dirancang untuk membantu membuktikan keaslian sebuah foto.

Teknologi tersebut memungkinkan pengguna membuat semacam “negatif digital” yang merekam data asli dari sensor kamera ketika foto diambil. Data itu kemudian dapat digunakan untuk memeriksa apakah gambar yang dilihat masih sesuai dengan hasil tangkapan kamera atau telah mengalami perubahan.

Apple Reference Image debut pada kamera utama iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Fitur tersebut bersifat opsional, sehingga pengguna perlu mengaktifkan Reference mode ketika ingin membuat foto yang dilengkapi data verifikasi.

Data Foto Diamankan Sejak Dipotret

Sistem Apple berbeda dari metode yang hanya menambahkan informasi asal-usul gambar setelah proses pemotretan.

Saat Reference mode digunakan, sensor kamera utama iPhone menangkap data gambar sekaligus memberikan tanda tangan kriptografis pada data piksel tersebut. Apple mengatakan proses ini dilakukan sejak saat pengambilan gambar untuk membantu melindungi data dari manipulasi pada tahap berikutnya.

Data tersebut membentuk secure digital negative atau negatif digital aman. Isinya mencakup data piksel, informasi sensor, serta informasi waktu pengambilan yang dilindungi secara kriptografis.

Untuk waktu pengambilan, Apple tidak hanya mengandalkan jam sistem perangkat. Sistem menggunakan rentang waktu yang dibuktikan melalui layanan penanda waktu kriptografis. Apple menjelaskan bahwa perangkat secara berkala memperoleh token waktu, kemudian meminta penanda waktu kedua setelah foto diambil sehingga waktu pemotretan dapat diverifikasi dalam rentang tertentu.

Diproses Lewat Private Cloud Compute

Setelah data asli dari sensor diamankan, Apple menggunakan Private Cloud Compute (PCC) untuk mengembangkan data tersebut menjadi reference image yang dapat dilihat pengguna.

PCC menangani proses seperti demosaicing, tone mapping, dan kompresi. Menurut Apple, lingkungan tersebut dirancang agar data foto dapat diproses tanpa bisa dilihat Apple sekalipun.

Apple juga menyatakan perangkat hanya mengirim data ke lingkungan komputasi yang dapat membuktikan bahwa sistem yang digunakan sesuai dengan perangkat lunak yang telah diverifikasi. Proses tersebut memungkinkan reference image dikembangkan tanpa mengorbankan data asli yang berasal dari sensor.

Hasil akhirnya dapat dibandingkan dengan foto yang telah diproses atau diedit. Dengan cara tersebut, pengguna bisa melihat apakah gambar yang beredar masih sesuai dengan reference image yang berasal dari kamera.

Ada Tiga Lapisan Perlindungan

Apple menjelaskan Apple Reference Image dibangun dengan tiga persyaratan utama.

1. Keaslian gambar

Reference image dirancang untuk menunjukkan apa yang benar-benar ditangkap sensor kamera. Apple mengatakan proses transformasi dari data piksel hingga menjadi gambar yang bisa dilihat pengguna dibuat agar dapat diverifikasi secara publik.

2. Tahan terhadap upaya manipulasi

Sistem menggunakan perlindungan pada perangkat keras dan perangkat lunak. Apple juga menyiapkan mekanisme pencabutan atau revocation apabila ditemukan reference image yang dianggap tidak valid.

Bahkan, Apple merancang tanda tangan kriptografinya dengan kombinasi RSA-3072 dan ML-DSA-87 yang disebut dirancang untuk menghadapi ancaman komputasi kuantum.

3. Privasi fotografer

Keaslian foto tidak harus membuka identitas pengambilnya. Apple menyatakan pengamat dari luar tidak dapat mengetahui apakah dua reference image dibuat oleh perangkat yang sama.

Artinya, pengguna dapat memberikan bukti bahwa sebuah foto berasal dari kamera yang valid tanpa harus mengungkapkan identitas pribadi fotografer.

Cara Menggunakan Apple Reference Image

Pengguna iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max perlu mengaktifkan Reference mode terlebih dahulu melalui pengaturan kamera.

Caranya:

  1. Buka Settings.

  2. Pilih Camera.

  3. Masuk ke Reference Image.

  4. Pilih Add Reference Mode dan ikuti petunjuk.

  5. Buka aplikasi Camera.

  6. Pilih Reference mode sebelum mengambil foto.

Ketika foto diambil, iPhone juga menyimpan data asli yang telah ditandatangani dari sensor kamera utama. Reference image kemudian dapat dikembangkan dan dilihat melalui aplikasi Photos.

Saat reference image sudah dikembangkan, pengguna dapat mengetuk opsi Reference untuk melihat versi yang belum diedit dan membandingkannya dengan foto yang ada.

Reference image juga dapat dibagikan bersama foto. Apple menyediakan pengaturan agar data reference image ikut disertakan ketika foto dibagikan atau ditransfer.

Bukan Sekadar Deteksi Foto AI

Apple Reference Image perlu dibedakan dari teknologi yang hanya berfungsi mengenali apakah suatu gambar dibuat menggunakan AI.

Fokus utama fitur ini adalah membuktikan asal dan integritas sebuah foto. Sistem memverifikasi bahwa gambar berasal dari sensor kamera iPhone yang valid pada waktu tertentu dan memberikan reference image yang dapat dibandingkan dengan versi foto yang telah diedit.

Karena itu, teknologi ini berpotensi digunakan untuk kebutuhan yang membutuhkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap gambar, seperti dokumentasi jurnalistik, laporan peristiwa, hingga bukti visual.

Apple menyebut Apple Reference Image sebagai sistem untuk fotografi digital yang dapat diverifikasi. Namun, pengguna tetap perlu memahami bahwa verifikasi tersebut berlaku pada foto yang memang diambil menggunakan Reference mode dan perangkat yang mendukungnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |