Basarnas Himpun 400 Relawan di Jambore SAR Nasional

2 hours ago 1

Basarnas Himpun 400 Relawan di Jambore SAR Nasional Para peserta berpose bersama dengan jajaran pimpinan Basarnas, TNI, Polri, BUMN, Pemerintah Daerah dan mitra strategis SAR lainnya dalam pembukaan Jambore Potensi SAR Nasional di kawasan Pantai Indah Kapuk II, Tangerang, Banten, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan tersebut gelar untuk meningkatkan kemampuan relawan SAR dari berbagai kalangan/profesi diseluruh daerah sekaligus bagian dari peringatan HUT ke-54 Basarnas. ANTARA - M Riezko Bima Elko Prasetyo

Harianjogja.com, TANGERANG—Basarnas memperkuat jejaring relawan SAR melalui Jambore SAR Nasional di Pantai Indah Kapuk II, Tangerang, Banten, dalam rangka HUT ke-54 Basarnas. Kegiatan yang digelar pada 13–16 Februari ini diikuti lebih dari 400 perwakilan potensi SAR dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan para peserta merupakan relawan SAR terlatih yang selama ini menjadi mitra strategis dalam operasi pencarian dan pertolongan. Kehadiran mereka dinilai penting, terutama di wilayah yang belum terjangkau kantor operasional Basarnas.

"Keberadaan potensi SAR dari unsur masyarakat, organisasi, hingga komunitas menjadi kekuatan penting dalam mendukung tugas Basarnas di lapangan, terutama di wilayah yang belum terjangkau kantor operasional," kata Syafii usai pembukaan kegiatan, Sabtu (14/2/2026).

Dalam jambore tersebut, peserta mengikuti forum diskusi mengenai kerawanan bencana alam dan non-alam, termasuk kecelakaan transportasi. Selain itu, dibahas pula strategi teknis operasi SAR serta pertukaran informasi mengenai teknologi SAR terbaru.

Syafii menambahkan akan digelar pertandingan ekshibisi yang mensimulasikan pertolongan pertama dan teknik evakuasi korban tenggelam, jatuh dari tebing, maupun situasi membahayakan lainnya, baik di perairan maupun daratan.

"Aktivitas kami itu semua unpredictable. Tidak dapat kita prediksi, dapat terjadi kapan saja, dimana saja, dan dapat menimpa siapa saja. Yang pasti, saat masyarakat membutuhkan, kita (personel Basarnas) harus siap, para relawan atau potensi SAR pun juga. Pesan saya, manfaatkan momentum jambore ini sebaik-baiknya. Belajarlah, berbagi lah pengalaman, bangun persahabatan, dan tanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur," ujarnya.

Basarnas menilai penguatan jejaring relawan menjadi langkah strategis untuk mempercepat respons awal sebelum unsur utama tiba di lokasi kejadian. Syafii menjelaskan bahwa secara kompetensi, personel Basarnas telah mampu menjalankan operasi mandiri, termasuk dalam misi luar negeri.

Namun, ia mengakui bahwa pada skala bencana besar yang terjadi secara bersamaan di wilayah luas, kapasitas sumber daya manusia dan peralatan perlu diperkuat agar sebanding dengan kebutuhan respons.

Keterlambatan respons sering kali disebabkan luasnya jangkauan wilayah kerja. Satu kantor Basarnas dapat mencakup hingga 33 kabupaten, sehingga waktu tempuh menuju lokasi terjauh menjadi tantangan tersendiri.

Saat ini, jumlah kantor operasional Basarnas baru 45 unit, sementara Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau, dengan lebih dari 5 ribu pulau berpenghuni. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam mempercepat respons pencarian dan pertolongan.

Syafii juga menyoroti hasil penelitian terkait ancaman gempa bumi skala besar dari 13 zona megathrust di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Samudra Hindia barat Sumatera dan Samudra Hindia selatan Jawa, yang menjadi perhatian serius Basarnas dalam menyusun strategi kesiapsiagaan.

Dengan keterbatasan yang ada dan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, Basarnas mengapresiasi peran relawan dan mitra yang terus berkomitmen mendukung optimalisasi operasi SAR di seluruh Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |